Senin, 24 Juni 2013

Pemimpin Bersahaja

Saya mempelajari, cara mudah meraih kepercayaan publik itu dg hidup bersahaja.

Hidup bersahaja bukan topeng pencitraan. Dia sesuai pesan rasul ttg cara dicintai Allah & manusia sekaligus: ZUHUD.

Kebersahajaan adalah hal yg hrs diintrospeksi oleh pemerintah & politikus secara umum saat kepercayaan publik thdp mereka begitu rendah.

Karena yg paling terusik saat harga BBM hrs naik bukanlah nalar oleh kontroversi ilmiahnya, tp batin oleh kemewahan pejabat di saat rakyat susah.

Maka ZUHUD, sekali lg, adalah langkah pertama yg seharusnya diambil pemerintah saat bangsa (anggap saja memang) dlm situasi sulit.

Seperti Umar Bin Abdul Aziz yg sblmnya hidup mewah memutuskan hidup amat sangat sederhana sejak memegang kekuasaan Khilafah Bani Umayyah.

Maaf meracau dlm kebodohan, kelemahan & keburukan diri. Semoga ada manfaatnya. Wallahua'lam.

Courage

"Courage is not the absence of fear, but rather the judgment that something else is more important than fear. The brave may not live forever, but the cautious do not live at all. From now on you’ll be traveling the road between who you think you are and who you can be. The key is to allow yourself to make the journey.” ―Prince of Genovia (Princess Diaries)

Life is a journey, with problems to solve, lessons to learn, but most of all, EXPERIENCES TO ENJOY.

It will not always be smooth. There is a time you have to face the challenges. Sometimes it can be really scary and make you ask yourself, “Why me?” There is a time to take opportunities. It is not easy. It takes courage. It needs you to stop letting your fear control your action.

You may not know what’s happen next, and you may not know when it ends. Whatever it is, just keep going and answer. In something beautiful behind everything that happens in your life. Everything will be worth it. Live your life. Create your story. Enjoy the journey. There is a time to celebrate.

-Wilzkanadi

“The future will pay for your courage. You will regret more what you didn’t do than what you did.”

Orientasi

Betul, indah sekali cinta dalam definisi ‘energi untuk terus memberi’.

Maka ia produktif.
Konstruktif, tidak destruktif.
Introspektif, alih-alih lebih banyak menuntut.

Lebih siap tatkala menyadari bahwa agamanya tak sebaik yang dikira, fisiknya tak sesempurna gambaran awalnya, lain-lainnya pun tak seperti yang disangka.

Indah saat ia dibangun atas proses saling mengenal & memahami tanpa henti, saling mendukung dalam kebaikan & taqwa, juga saling melengkapi dalam berkebaikan.

Ditambah dua keyakinan awal yang lama telah kita pelajari:
1. Hanya mengharap balasan dari Allah,
2. Pasti ada tantangan, ujian & cobaan dalam kadar tanpa batas yang harus dihadapi.

Sempurnalah orientasinya.
Sempurnalah kerjanya.
Sempurnalah hasilnya.
Sederhana, tapi berharap jadi sempurna.
InsyaaAllah..

Yang Ditunggu

“Ada orang-orang yang kita benci, sementara mereka berjuang keras untuk kebaikan kita. Kita menilai lalu menghakimi, sementara mereka mencintai lalu bekerja keras. Kita cemooh mereka, membuat sedikit pedih hati mereka, tetapi toh mereka tetap berjuang demi kebaikan kita.

Saya sedang bicara tentang sebagian pemimpin kita yang baik, yang sering tak kita ketahui kerja-kerja mereka, namun stigma “Tak ada pemimpin yang baik di negeri ini” telah begitu kuat menancap.

Saya tidak tahu siapa saja mereka, tetapi saya bertanya-tanya, bagaimana jika ada satu-dua yang demikian? Bagaimana jika yang selalu saya cemooh begitu mencintai saya namun tak sempat terungkap, upaya kerasnya tak mampu saya lihat, dan buah kerjanya tak pernah saya syukuri?

Bagaimana jika kita tukar cemoohan kita dengan doa-doa kebaikan untuk mereka dan untuk negeri ini? Mengeluarkan energi yang kira-kira sama namun lebih produktif. Kalaupun yang kita doakan bukan pemimpin yang baik, jika doa kita adalah doa kebaikan, Allah bisa baikkan pemimpin tak baik itu, atau bisa pula Allah baikkan negeri ini dengan hindarkan kita dari pemimpin macam itu, atau cara lain yang Allah sukai. Jangan lupa pula ikhtiar terbaik sesuai kapasitas kita untuk kebaikan negeri ini, mungkin saja kita adalah jawaban yang Allah persiapkan untuk doa-doa itu. Siapa tahu?”

-Yasir Mukhtar

Kemajuan Signifikan

Sulit maju para pengecut.
Sulit tumbuh para penakut.
Kemajuan signifikan lahir dari keberanian.

Keberanian itu sendiri kuncinya sederhana: sikap positif.

Ia tidak hanya sebatas pikiran (positive thinking), tapi sampai menjadi pembawaan/karakter (positive trait).

Buah sikap positif ini adalah..
Ketika ada kesempatan baik, berani mengambil risiko.
Ketika gagal, mengambil pelajaran/hikmah & tidak kapok.

Jadilah ia berani, berkembang, kemudian unggul.

Kita tidak akan menemukan sumber terbaik untuk lahirnya sikap positif selain keimanan.
Keimanan yang tertanam kuat di dalam diri adalah rahim terbaik lahirnya sikap positif.

Sebagaimana sabda Sang Nabi yang diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa sungguh menakjubkan pribadi seorang mukmin. Mendapat nikmat ia bersyukur, mendapat musibah ia bersabar.

Dalam sejarah, ia menjelaskan bagaimana Islam bisa terus tumbuh dari hanya seorang Muhammad yang buta huruf menjadi 100 ribu orang dalam waktu 23 tahun dan kini hampir 2 milyar manusia dalam waktu tidak sampai 15 abad.
Berawal dari hanya satu di antara ratusan juta manusia di abad ke-7 masehi menjadi sekitar 1/3 umat manusia di masa ini.

Ini hanya bisa dijelaskan oleh satu kunci menuju kemajuan signfikan, yaitu keimanan.

Sebagai buah dari sikap positif yang lahir dari keimanan, sejarah mencatat kisah-kisah keberanian untuk berbeda meski harus terasing.
Kisah-kisah keberanian untuk menyeru meski harus ditolak, dicaci & diperangi.
Keberanian untuk berperang meski harus bersimbah keringat & darah menghadapi musuh yang secara jumlah & perlengkapan lebih unggul.

Kemajuan signifikan itu lahir dari keberanian. Keberanian itu lahir dari sikap positif. Sikap positif itu lahir dari keimanan.

Wallahu a'lam.

Minggu, 23 Juni 2013

Yang Tepat

Prinsip 'right man in the right place' jelas berlaku dalam semua hal, termasuk urusan pasangan hidup.

Seleksi SDM untuk menempati posisi ini adalah seleksi SDM terpenting dalam hidup. Sebab dengannya kita memasuki tahap kontribusi yang lebih tinggi; naik dari perbaikan diri menuju perbaikan keluarga, masyarakat, bahkan negara dan dunia.

Spesifikasi & kriterianya sudah jelas dituntun oleh Alquran & Sunnah.

Yang ingin ditekankan, pasangan hidup adalah posisi yang tidak sama dengan posisi-posisi lain yang mungkin perlu seleksi juga.

Misalnya, kalau saya perlu sekretaris pribadi maka kriterianya tentu tersendiri dan berbeda dari pasangan hidup. Mungkin ada irisan, tapi jelas tidak bisa disamakan.

Kalau saya cari mitra usaha pun tentu tersendiri kriterianya, tidak bisa disamakan dengan pasangan hidup.

Kalaulah pada akhirnya orang yang terpilih sama, mungkin irisannya besar dan memang sesuai kriteria untuk posisi masing-masing. Tapi, pada dasarnya tetap berbeda. Setidaknya, berada di dalam proses seleksi yang berbeda.

Ketepatan memilih diawali ketepatan menentukan kriteria.
Karena dia yang kau cari untuk suatu urusan, tidak bisa disamakan dengannya yang kau cari untuk urusan lain.