Sabtu, 02 Maret 2013

Selamat Datang, Cahaya!

Assalaamu'alaykum Warahmatullah Wabarakaatuh
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

Selamat datang, Cahaya!

Sejak dulu hingga kini, mahasiswa adalah elemen yang begitu berharga bagi sebuah bangsa. Begitu banyak sejarah mencatat torehan prestasi mahasiswa dalam membangun bangsa. Nasib manusia amat ditentukan oleh kerja-kerja tangan mahasiswa. Oleh karenanya, kau adalah cahaya!

Di setiap masa, pemuda intelektual adalah bagian yang tak ternilai bagi sebuah peradaban. Ia adalah harapan. Ia adalah dinamo perubahan. Ia adalah oase di tengah kegersangan. Ia adalah pemecah kebuntuan. Ia adalah penerang di tengah kegelapan. Maka tak berlebihan jika kau adalah cahaya!

Selamat datang, Cahaya!

Masa emas kemahasiswaan ini tidaklah panjang. Kau mungkin akan melaluinya begitu saja. Kau juga bisa mewarnainya dengan kisah-kisah indah. Kau dapat menjadikannya catatan singkat yang penuh dengan prestasi-prestasi besar perjuangan. Semuanya tergantung pilihanmu. Semuanya ditentukan oleh setiap langkahmu.

Temukan makna dari masa-masa ini! Hidupkan makna itu dalam perjalananmu! Jadikan dirimu berharga! Kalaulah bukan untuk yang lain, setidaknya untuk dirimu sendiri.

Selamat datang, Cahaya!

Mereka telah lama menunggumu.
Selamat menghapus kegelapan dengan benderangmu.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

Presiden Kema Unpad
R. Muhammad Tanri Arrizasyifaa (130110080187)
3 Juli 2012, di langit antara Moskow dan Jakarta


ditulis untuk Buku Mahasiswa Baru Unpad 2012

Orasi Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad 2012

Orasi Penerimaan Mahasiswa Baru


Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamualaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.

Teman-teman mahasiswa, selamat datang di dunia baru!

Di dunia kampus, kita akan menemukan pilihan-pilihan. Setiap pilihan menentukan konsekuensi yang akan kita dapatkan. Mari kita memulainya dari akhir karena pilihan mendasar yang kita hadapi di kampus ini adalah pilihan: ‘mau jadi apa kita di akhir nanti setelah lulus dari kampus ini?’.

Kalau kita ada di kampus ini hanya dalam rangka mengejar gelar untuk mencari pekerjaan, jangan heran jika pada akhirnya kita hanya akan menjadi pekerja-pekerja atau buruh-buruh bergelar sarjana. Kita tidak akan menjadi bagian dari perbaikan dan kebangkitan bangsa ini. Padahal bangsa ini memiliki potensi luar biasa. Negeri ini sejak dulu hingga kini terus menjadi sorotan dunia, karena negeri ini cuma kekurangan satu faktor saja untuk bisa menjadi negeri yang jaya, yakni faktor sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas.
Ingatlah bahwa sumber daya manusia terpenting dari sebuah bangsa adalah pemuda, terutama pemuda-pemuda minoritas yang mendapat anugerah untuk belajar sampai perguruan tinggi yang disebut mahasiswa. 

Seorang lelaki bijak di masa lalu pernah berkata,
Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya.

Tanamkan niat bahwa keberadaan kita di kampus ini adalah dalam rangka belajar dan membina diri untuk menjadi manusia unggul yang kelak akan mengubah negerinya bahkan mengubah dunia. Untuk itu kita juga harus memastikan pembelajaran kita tidak boleh terbatas pada ruang-ruang sempit bernama kelas dan jadwal-jadwal kuliah yang telah ditentukan dosen. Pembelajaran kita adalah pembelajaran yang luas. Waktunya tidak terbatas jam dan hari. Tempatnya bisa di lapangan olahraga, di panggung seni, di kantin atau warung tempat kita berdiskusi, bahkan juga di jalanan atau pelosok desa tempat kita melihat masalah dan belajar untuk jadi bagian dari solusi.

Sekitar 35 tahun yang lalu, Agustus 1977, sastrawan Indonesia bernama Rendra membacakan sebuah puisi di hadapan mahasiswa-mahasiswa di Bandung. Puisi itu berjudul "Sajak Sebatang Lisong". Dalam potongan sajaknya ia berkata,
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya, keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Dan di akhir sajaknya ia berkata,
Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan.

Kalau ada satu inspirasi lagi, kita bisa mendapatkannya dari sebuah wilayah timur Papua Nugini; yaitu sebuah tempat bernama Bouganville. Bouganville pernah menjadi tempat konflik antara penduduk asli dan pendatang. Penduduk asli terusir ke hutan sehingga hidup dalam keterbatasan. Justru dalam keterbatasan mereka berkembang. Mereka tumbuh menjadi masyarakat yang kuat dan menciptakan berbagai alat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang terbatas yang ada di sekitarnya. Mereka memegang slogan Mekim Na Savvy yang artinya "Belajar Sambil Berkarya".

Mekim Na Savvy yang artinya “Belajar Sambil Berkarya” ini juga bisa kita jadikan slogan untuk hari-hari kita di kampus. Hari-hari yang penuh karya. Hari-hari yang penuh oleh hal-hal produktif. Masa muda adalah masa emas untuk berkarya. Kalau kita jengah dengan kondisi yang ada di sekitar kita, maka berbuatlah sesuatu.

Setiap orang dari kita pasti memiliki minat di salah satu bidang kontribusi. Baik itu bidang seni, budaya, olahraga, sosial, politik atau yang lainnya, jadikan ia medan perjuangan untuk menghasilkan sebuah karya bagi almamater dan masyarakat luas.

Karya terbaik hanya lahir dari kolaborasi dan sinergi potensi-potensi yang ada. Untuk itu pembelajaran dan kontribusi yang kita lakukan mesti dibungkus dalam kolaborasi dan sinergi antarelemen. Kolaborasi dan sinergi dalam suasana kekeluargaan inilah yang akan melipatgandakan nilai karya yang bisa kita hasilkan. Generasi muda adalah cerminan masa depan bangsa. Jika kita mampu bersatu dalam kontribusi yang sinergis di masa muda, maka kita juga bisa optimis bahwa kelak bangsa ini dapat bersatu dalam kontribusi yang sinergis untuk meraih kejayaannya.

Belajar, berkarya, bersinergi. Tiga hal yang merangkum masa-masa emas kita sebagai mahasiswa. Semoga dengan tiga hal itu kita bisa menjadi bagian dari kebangkitan dan kejayaan negeri ini.

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!


***

sebelum orasi, panitia PMB  minta saya bikin naskah karena panitia2 dari kalangan dosen pengen tau saya mau ngomong apa. akhirnya tulisan ini dibuat. pada kenyataannya, tentu ngga persis sama. bahkan, ada beberapa bagian yang saya tambahin (improvisasi) waktu orasi dan ternyata justru itu yang diinget sama orang-orang. tapi karena yang terdokumentasi adalah teks ini bukan orasi aslinya, jadi ini yang bisa saya masukin ke blog :) 

Bukan Server Microblogging (2)

Faktanya adalah, Mawar bukan orang pertama yang jadiin HP saya server microblogging. Ada cerita sebelumnya dan ini lebih 'unik'.

Seorang mahasiswa beberapa waktu yang lalu sering menghubungi saya. Entah lewat SMS, BBM, atau Facebook. Sebelumnya saya udah kenal dia, tapi ngga terlalu akrab. Sebutlah namanya Daun. Pernah beberapa kali ketemu di sekre BEM, plus berkali-kali ngajak ketemu tapi saya ngga bisa. Kadang saya sampe dicari-cari kemana pun saya pergi.

Suatu hari, mulailah ada SMS yang bertubi-tubi masuk mirip sama SMS dari Mawar di tulisan saya sebelumnya. Pengirim SMS ini bernama Bunga. Saya ngga kenal. SMS-SMS itu agak 'ngeri'.

Sampai suatu hari..

"Kang saya pengen ketemu," kata Daun ke saya lewat BBM.
"Boleh, ke sekre aja".
"Oke kang". Akhirnya ketemu di sekre.

"Kang, saya mau minta maaf karena saya udah bersalah sama akang. Jadi, saya pernah ngasih no HP akang ke sepupu saya namanya Bunga".

Duarr! Akhirnya muncul petunjuk.. Selanjutnya, Daun cerita tentang Bunga, sepupunya yang dia bilang punya gangguan mental. Sampai pada akhirnya saya bilang, "Kamu ngga usah minta maaf. Kamu bilang aja sama dia ngga usah SMS saya kaya gitu terus".

"Iya kang, maaf ya kang".

***

Beberapa waktu setelahnya, saya lagi ngurus kepanitiaan sama anak-anak BEM. Sekitar tengah malem, Daun ngehubungin lewat BBM.

"Innalillahi. Kang, mohon doanya. Bunga baru aja meninggal. Saya dapet kabar dari ayahnya". Perasaan saya ngga enak.

"Innalillahi. Meninggalnya kenapa?" jawab saya.

"Kata ayahnya, jatoh dari tangga kang".

Perasaan saya makin ngga enak. Akhirnya saya tanya sama Daun, "Daun, jadi sebenernya Bunga itu ada ngga?"

...

"Ada kang. Dia sepupu saya".

Saya ngga bales lagi BBM-nya.

***

Paginya, sebuah SMS masuk. SMS itu isinya curhat. Tau SMS itu dari siapa? Dari Bunga.

...

Mungkin bisa jadi film horor Indonesia: "SMS dari alam kubur".