Kamis, 26 November 2009

Jalan Pulang

"Yah, tak bisakah kita berhenti dulu? Kakiku lelah sekali".
"Tapi Nak, perjalanan masih jauh. Bahkan masih sangat jauh. Kita harus bergegas agar tidak ketinggalan. Lihat! Sudah banyak orang yang mendahului kita. Mereka juga lelah, namun tetap melangkah. Ayo, kuatkan dirimu! Jangan terlalu lama berhenti di sini.. Jika nanti ada tempat berteduh, Ayah berjanji kita akan beristirahat sejenak".

"Yah, tak bisakah kita melewati jalan lain saja? Jalan pintas, atau jalan yang landai tanpa tanjakan? Jalan yang bisa dilalui tanpa harus bersusah payah?"
"Oh, jalan itu memang ada, Nak. Lihatlah, banyak juga di antara orang-orang itu yang mengambil jalan itu".
"Lantas kenapa kita harus mengambil jalan yang ini, Yah? Mengapa kita tidak ikut mereka saja?"
"Nak, jalan itu bukan jalan yang menuju ke arah yang kita tuju. Bagaimana bisa kita mengikuti orang yang tidak sama tujuannya dengan kita ? Bukan ke sana arah kita pulang. Jalan inilah yang menuju ke arah yang benar. Tempat kita pulang. Dimana rumah kenikmatan telah menanti kita. Di mana kesejukan akan menyapa kita setelah perjalanan yang panjang ini. Percayalah, semua kenikmatan itu akan terasa lebih nikmat bila kita sudah sampai".

"Mereka tampak gembira, Yah. Lihat! Bahkan mereka menertawakan orang-orang yang masih mengambil jalan ini. Mereka mengatai kita bodoh, Yah! Mereka juga mengajak untuk mengambil jalan yang akan mereka ambil. Tak bisakah kita ikut mereka saja?"
"Nak, apa yang tampak baik tidaklah selalu benar-benar baik. Sama dengan yang tampak buruk juga tidak selalu benar-benar buruk. Bisa jadi kita tidak menyukai sesuatu, padahal itulah yang terbaik bagi kita. Bisa jadi kita menyukai sesuatu yang justru buruk bagi kita".
"Tapi, Yah.."
"Nak, jangan takut dengan celaan orang-orang yang suka mencela. Mereka tidak lebih mengerti segala sesuatu tentang diri kita, tentang jalan pulang kita. Tentang rumah kita. Mereka memilih jalan yang mereka anggap baik, maka biarkanlah mereka. Mereka memilih jalan tempat mereka akan pulang, bukan tempat kita pulang. Sedangkan kita, kita memiliki tujuan. Memiliki rumah tempat kita akan pulang sendiri. Teguhkanlah dirimu di jalan ini. Karena jalan inilah yang kita butuhkan".

"Hmm, Yah, apakah ini perasaanku saja?
Tampaknya jumlah orang yang melalui jalan ini semakin menyusut".
"Memang demikianlah fitrah jalan ini. Orang yang melaluinya bisa dengan mudah berkurang dan berkurang. Hanya yang beruntung dan bersungguh-sungguh yang akan bertahan. Lihat, ada pohon rindang! Mari kita beristirahat sejenak.."

***

Saudaraku, tulisan ini hanya sedikit usaha dari seorang saudaramu yang mulai merasa lelah berjalan sendirian. Berjalan bersama sedikit orang itu melelahkan, meski jadi minoritas itu menyenangkan.

Terbayang indahnya berjuang bersama di jalan kemuliaan. Meski harus melewati berbagai cobaan, semuanya dilalui bersama. Saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran. Saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa.

Saudaraku, orang-orang pilihan adalah yang mampu menerima amanah sebesar dan seberat apapun. Adalah yang selalu merendah hati, yang selalu berusaha meluruskan kesalahan, juga tak marah kala diingatkan. Adalah yang sanggup membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar orang yang dipilih dengan tidak sembarangan.
Orang-orang pilihan adalah yang tidak pernah mengeluhkan jauhnya perjalanan, beratnya permasalahan, dan tak cepat putus asa ketika menghadapi rintangan dan ancaman.

Kemenangan da’wah adalah janji ALLAH dan janji ALLAH itu pasti. Siapa yang berada di dalamnya adalah orang yang beruntung karena akan diberi karunia-Nya.

”Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada ALLAH dan mengerjakan kebaikan dan berkata, ”Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)”?
Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar” [QS.41:33-35]

171106
(dikutip dari tulisan seorang kakak dengan beberapa perubahan)

waktu lagi mau nyari materi buat buletin pembinaan AsySyifaa (BunBin),

ketemu tulisan ini. tulisan yang dulu saya sebarin ke temen2 furqaners08.
di bunbin, kisah ini saya tutup pake potongan tulisan saya yang
"Belajar Cinta di Lembah Kasih"

Rindu..

kawan,
pernahkah kau merasakan nikmatnya totalitas?

saat tubuhmu hampir tak bisa bangun lagi saking lelahnya,
saat kepalamu sakit sekali saking penatnya,
saat matamu basah, terus membasah tak pernah kering..

aku pernah..
tapi dulu..
sudah lama sekali

dan kini, aku merindukannya..
betul-betul merindukannya..

021109

ini tulisan lama.. atau anggaplah begitu.
karena kini
rasa itu sedang kubangun kembali .
bahkan dengan kisah yang dulu belum tuntas kuurai.
bahkan dengan karya yang dulu belum tuntas kurangkai.
insya Allah.. semoga Allah kuatkan..

Quthb berbicara padaku

Kata-kata itu bisa mati..
Kata-kata juga akan menjadi beku, meskipun ditulis dengan lirik yang indah atau semangat.
Kata-kata akan menjadi seperti itu bila tidak muncul dari hati orang yang kuat meyakini apa yang dikatakannya..

Dan seseorang mustahil memiliki keyakinan kuat terhadap apa yang dikatakannya, kecuali jika ia menerjemahkan apa yang ia katakan dalam dirinya sendiri, lalu menjadi visualisasi nyata atas apa yang ia katakan

(serasa Sayyid Quthb sedang berbicara padaku)
021109


Rabu, 25 November 2009

Allah, jadikan aku..

ya Allah,
jadikan aku hamba yang paling buruk amalnya di hadapanku,
menjadi hamba yang biasa saja amalnya di hadapan orang lain,
menjadi yang paling baik amalnya di hadapanMu,
dan jadikan aku legenda setelah aku mati..

seperti do'a Ibrahim 'alayhissalaam..






83. (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
84. dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.." [QS. 26]

Rabu, 18 November 2009

Makan-minum sambil duduk, yuk..

Hadits-Hadits yang melarang minum sambil berdiri

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri (HR. Muslim no. 2024, Ahmad no. 11775 dll).
Dari Abu Sa’id al-Khudriy, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri (HR. Muslim no. 2025, dll).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR. Ahmad no 8135)

Hadits-hadits yang menunjukkan bolehnya minum sambil berdiri

Dari Ibnu Abbas beliau mengatakan,
“Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau lantas minum dalam keadaan berdiri.”
(HR. Bukhari no. 1637, dan Muslim no. 2027)
Dari An-Nazal, beliau menceritakan bahwa Ali radhiyallahu ‘anhu mendatangi pintu ar-Raghbah lalu minum sambil berdiri. Setelah itu beliau mengatakan,
“Sesungguhnya banyak orang tidak suka minum sambil berdiri, padahal aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan sebagaimana yang baru saja aku lihat.” (HR. Bukhari no. 5615)
Dalam riwayat Ahmad dinyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib mengatakan,
“Apa yang kalian
lihat jika aku minum sambil berdiri. Sungguh aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum sambil berdiri. Jika aku minum sambil duduk maka sungguh aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil duduk.” (HR Ahmad no 797)
Dari Ibnu Umar beliau mengatakan,
“Di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kami minum sambil berdiri dan makan sambil berjalan.” (HR. Ahmad no 4587 dan Ibnu Majah no. 3301 serta dishahihkan oleh al-Albany)

Di samping itu Aisyah dan Said bin Abi Waqqash juga memperbolehkan minum sambil berdiri, diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Ibnu Zubaer bahwa beliau berdua minum sambil berdiri (lihat al-Muwatha, 1720 - 1722).

Mengenai hadits-hadits di atas ada Ulama yang berkesimpulan bahwa minum sambil berdiri itu diperbolehkan meskipun yang lebih baik adalah minum sambil duduk. Di antara mereka adalah Imam Nawawi, dalam Riyadhus Shalihin beliau mengatakan, “Bab penjelasan tentang bolehnya minum sambil berdiri dan penjelasan tentang yang lebih sempurna dan lebih utama adalah minum sambil duduk.”


Pendapat Imam Nawawi ini diamini oleh Syaikh Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin, beliau mengatakan, “Yang lebih utama saat makan dan minum adalah sambil duduk karena hal ini merupakan kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau tidak makan sambil berdiri demikian juga tidak minum sambil berdiri.
Mengenai minum sambil berdiri terdapat hadits yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang larangan tersebut. Anas bin Malik ditanya tentang bagaimana kalau makan sambil berdiri, maka beliau mengatakan, “Itu lebih jelek dan lebih kotor.” Maksudnya jika Nabi melarang minum sambil berdiri maka lebih-lebih lagi makan sambil berdiri.

Dalam hadits dari Ibnu Umar yang diriwayatkan dan dishahihkan oleh Tirmidzi, Ibnu Umar mengatakan, “Di masa Nabi kami makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri. Hadits ini menunjukkan bahwa larangan minum sambil berdiri itu tidaklah haram akan tetapi melakukan hal yang kurang utama. Dengan kata lain yang lebih baik dan lebih sempurna adalah makan dan minum sambil duduk. Namun boleh makan dan minum sambil berdiri. Dalil tentang bolehnya minum sambil berdiri adalah dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Nabi lalu beliau meminumnya sambil berdiri.” (Syarah Riyadhus Shalihin, Jilid VII hal 267)


Namun, komentar yang paling bagus mengenai hadits-hadits diatas yang secara sekilas
nampak bertentangan adalah penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau mengatakan,
“Cara mengompromikan hadits-hadits di atas adalah dengan memahami hadits-hadits yang
membolehkan minum sambil berdiri apabila dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk minum sambil duduk. Hadits-hadits yang melarang minum sambil duduk di antaranya adalah hadits yang menyatakan bahwa Nabi minum sambil berdiri.” (HR Muslim 2024)

Juga terdapat hadits dari Qotadah dari Anas, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. Qotadah lantas bertanya kepada Anas, “Bagaimana dengan makan sambil berdiri?” “Itu lebih jelek dan lebih kotor” kata Anas. (HR. Muslim no. 2024)

Sedangkan hadits-hadits yang membolehkan minum sambil berdiri adalah semisal hadits dari Ali dan Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam minum air zam-zam sambil berdiri”.(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Bukhari dari Ali, sesungguhnya beliau minum sambil berdiri di depan pintu gerbang Kuffah. Setelah itu beliau mengatakan, “Sesungguhnya banyak orang tidak suka minum sambil berdiri padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan sebagaimana yang aku lakukan.” Hadits dari Ali ini diriwayatkan dalam atsar yang lain bahwa yang beliau minum adalah air zam-zam sebagaimana dalam hadits dari Ibnu Abbas. Jadi, Nabi minum air zam-zam sambil berdiri adalah pada saat berhaji. Pada saat itu banyak orang yang thawaf dan minum air zam-zam di samping banyak juga yang minta diambilkan air zam-zam, ditambah lagi di tempat tersebut tidak ada tempat duduk. Jika demikian, maka kejadian ini adalah beberapa saat sebelum wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, hadits ini dan hadits semacamnya merupakan pengecualian dari larangan di atas. Hal ini adalah bagian dari penerapan kaidah syariat yang menyatakan bahwa hal yang terlarang, itu menjadi dibolehkan pada saat dibutuhkan. Bahkan ada larangan yang lebih keras daripada larangan ini namun diperbolehkan saat dibutuhkan, lebih dari itu hal-hal yang diharamkan untuk dimakan dan diminum seperti bangkai dan darah menjadi diperbolehkan dalam kondisi terpaksa” (Majmu Fatawa Ibnu Taimiyyah Jilid 32/209-210)


Sumber : Tulisan Ustadz Aris Munandar, www.muslim.or.id

***

saya ambil dari internet (ini linknya) supaya cepet, trus sy ringkas & perbaiki tampilannya. semoga mashlahat. billahi taufiq wal hidayah..

Sabtu, 14 November 2009

Ikhwan apa Bakwan?!

Mulai skrg, sy bikin label "bajakan" untuk tulisan orang lain yang buat saya isinya sangat "nampol". Semoga bisa lebih ngeramein blog ini^^. Soalnya kalo cuma ngandelin tulisan saya sendiri, trus saya ga nyempetin nulis, ya udah.. sing krik krik jadinya.

***

SEBUAH RENUNGAN UNTUK YANG MENGATAKAN
SEDANG BERJUANG (JUST KIDDING)

ikhwan apa bakwan
wajah penuh jerawat seperti thokolan
katanya karena mikirin ummat yang jutaan
tidak tahunya mikirin akhwat idaman

ikhwan apa bakwan
dari jauh nampak sopan
berjalan gagah pengen jaga pandangan
ternyata mata juga jelalatan

ikhwan apa bakwan
kalo taklim serius tahan godaan
liat ustad penuh perhatian
tapi sama akhwat kelepek-kelepek belingsatan

ikhwan apa bakwan
wajah santun jenggotan
pengen nyunah rosul tauladan
apa daya cuman bergaya biar terlihat tampan...


PENGEN NGINGETIN AZA WAN!

ada apa dengan ikhwan
mau nikah malah kelamaan
akhwatnya sudah menanti ampe jamuran (ups)
tapi tuh ikhwan gak juga khitbah akhwat idaman

ada apa dengan ikhwan
mau nikah mikirnye kelamaan
mikir makan, anak dan kontrakan
tenang Wan ente kan punya Allah yang bisa kasih bantuan

ada apa dengan ikhwan
mau nikah banyak aturan
harus cantik, putih, kaya dan menawan
inget dong apa yang rosul telah katakan

ada apa dengan ikhwan
mau nikah banyak alasan
gaji, kuliah, sampe ortu jadi sasaran
kasihan kan akhwat yang cantik nunggu kelamaaan

ada apa dengan ikhwan
baca beginian sampe marah dan menaruh dendam
peace Wan, peace Wan
cuman mengingatkan Wan(nyok makan Bakwan)..hehe


IKHWAN : APA HANYA SEBUTAN

oh.. ikhwan
apa bedanya dengan si marwan
si ali, palijo, atau si iwan
oh ternyata cuma sebutan

oh.. ikhwan
walaupun tidak rupawan
alias modal tampang pas-pasan
tetep aja tebar senyuman

oh.. ikhawan
gayanya sih bisa ketebak dan keliatan
jenggot melambai, baju koko, dan sendal jepit usang
sesekali komat-kamit sambil jalan

oh.. ikhwan
nyarinya susah-susah gampang
kadang di mesjid, kampus or sekolahan
mungkin juga lagi nyari sampingan
ngga taunya buat biaya walimahan :)

oh.. ikhwan
ngomonginnya masalah aksi dan kepartaian
juga liqo'an dan hafalan
kata orang "ngga ada bahasan lain, Wan?"

oh.. ikhwan
anehnya kalo lagi jalan
ngukurin tanah apa ngitung lantai sih, Wan?
oh.... ternyata dia lagi jaga pandangan !!!

ikhwan.. ikhwan..
lucunya kalo akhwat sedang berpapasan
langsung minggir!, acuh tak acuh kaya' musuhan
(gubrak!!! apaan tuh Wan?)
eh... dia jatuh,kagak ngeliat selokan :))

oh.. ikhwan, apa semuanya begitu, Wan?
ada ngga yang masih tebar pesona dan jelalatan?
berarti itu bukan ikhwan, (kan cuma sebutan?!!)
nah para akhwat,hati-hati mungkin dia nyari pasangan...

-the end-

semoga bisa menjadi bahan perenungan, bahwa 'ikhwan' dan
'aktivis' bukan hanya sekedar sebutan saja, melainkan sesuatu yang memiliki konsekwensi besar
yang harus dilaksanakan layaknya seorang ikhwan...

wallahu'alam

Senin, 12 Oktober 2009

Harapan terakhir..

Rabbanaa taqabbal minnaa shiyaamanaa..
Rabbanaa taqabbal minnaa qiyaamanaa..
Rabbanaa taqabbal minnaa rukuu’anaa..
Rabbanaa taqabbal minnaa sujuudanaa..
Rabbanaa taqabbal minnaa tilaawatanaa..

Tilawah ga sampai khatam 3x,
Dzikir Al Ma’tsurat ga rutin setiap hari,
Qiyaamullail sering ga terhayati,
Tafsir Ibnu Katsir juz 30 versi ringkas pun ga tuntas dikhatami

Di atas sederet target ramadhan yang ga tercapai,
aku cuma berharap amal ibadah yang sudah kulakukan kau terima, ya Allah..

Tilawah yang sedikit.
Dzikir yang jarang.
QL yang hambar.
Tadabbur yang singkat.

Semoga semua itu kau terima, mengantarku ke tingkatan taqwa, dan menjadi bekalku ke surga..
Mari kita haturkan doa ini hingga ramadhan tahun depan mendekat.

Rabbanaa taqabbal minnaa shiyaamanaa..
Wa taqabbal minnaa qiyaamanaa..wa shalaatanaa.. wa rukuu’anaa..wa sujuudanaa..wa tilaawatanaa. .wa du’aa-anaa..
Wa laa taj’alnaa minal maqbuuhiin.. Wa laa taj’alnaa minal matruudiin..

RS Sari Asih Serang, 6 Syawal 1430 H

Minggu, 04 Oktober 2009

ketiduran

Umar bin Khattab ra. pernah keasyikan mengurus kebunnya sampai terlambat ikut sholat ashar berjamaah. Karena kejadian ini, Khalifah Umar memutuskan untuk mewakafkan kebun yang melalaikan dirinya.

LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH SESEORANG YANG TIDAK SHALAT SHUBUH BERJAMAAH DI MASJID KARENA TERTIDUR AKIBAT MAIN GAME SAMPAI LARUT MALAM?


Sabtu, 03 Oktober 2009

kayak bukan laki-laki aja..

sejak baca hadits2 ini, sampe sekarang saya punya anggapan gini..

klo ada laki2 yg ga suka pergi ke masjid, mestinya ditegur keras dgn bilang gini:
"kayak bukan laki2 aja!!"

tapi yg pasti, teguran itu ga sekeras hadits2 di bawah ini, apalagi kalo dibandingin murkanya Allah.. masya Allah..
semoga kita jadi bagian dari orang2 yang diterima Allah di surgaNya

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat, dan RUKULAH BERSAMA ORANG-ORANG YANG RUKU” [Al-Baqarah : 43]

Berkata Al-Imam Abu Bakr Al-Kasaniy Al-Hanafiy ketika menjelaskan wajibnya melaksanakan shalat berjama’ah: "Adapun (dalil) dari Al-Kitab adalah firman-Nya (yanga artinya): “Dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah:43), Allah Ta’ala memerintahkan ruku’ bersama-sama orang-orang yang ruku’, yang demikian itu dengan bergabung dalam ruku’ maka ini merupakan perintah menegakkan shalat berjama’ah. Muthlaqnya perintah menunjukkan wajibnya mengamalkannya." (Bada`i’ush-shana`i’ fi Tartibisy-Syara`i’ 1/155 dan Kitabush-Shalah hal.66).

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh aku sangat ingin memerintahkan shalat untuk didirikan, lalu aku perintahkan seorang laki-laki untuk mengimami orang-orang, kemudian aku berangkat bersama beberapa orang laki-laki dengan membawa beberapa ikat kayu bakar kepada orang-orang yang tidak ikut shalat, lalu aku bakar rumah-rumah mereka dengan api tersebut”

[Al-Bukhari, kitab Al-Khusumat 2420, Muslim, kitab Al-Masajid 651]

Dari Abdullah bin Mas’ud (رضي الله عنهما), ia berkata:

“Aku telah menyaksikan kami (para sahabat), tidak ada seorangpun yang meninggalkan shalat (berjama’ah) kecuali munafik yang nyata kemunafikannya atau orang sakit. Bahkan yang sakit pun ada yang dipapah dengan diapit oleh dua orang agar bisa ikut shalat (berjama’ah)”. Ia juga mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita sunanul huda, dan sesungguhnya di antara sunanul huda itu adalah shalat di masjid yang di dalamnya dikumandangkan adzan”

[Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Masajid 654]

Al-Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata:

“Rasulullah memerintahkan kami, apabila kalian di masjid lalu diseru shalat (dikumandangkan adzan-pent) maka janganlah keluar salah seorang di antara kalian sampai dia shalat (di masjid secara berjama’ah-pent)

(Al-Fathur-Rabbani Li Tartib Musnad Al-Imam Ahmad no. 297, 3/43).

“Barangsiapa yang ingin bertemu Allah kelak sebagai seorang Muslim, maka hendaklah ia memelihara shalat-shalat yang diserukan itu, karena sesungguhnya Allah telah menetapkan untuk Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam sunanul huda, dan sesungguhnya shalat-shalat tersebut termasuk sunanul huda. Jika kalian shalat di rumah kalian seperti shalatnya penyimpang ini di rumahnya, berarti kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, niscaya kalian tersesat. Tidaklah seorang bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian berangkat ke suatu masjid di antara masjid-masjid ini, kecuali Allah akan menuliskan baginya satu derajat serta dengannya pula dihapuskan darinya satu kesalahan. Sungguh aku telah menyaksikan kami (para sahabat), tidak ada seorangpun yang meninggalkan shalat (berjama’ah) kecuali munafik yang nyata kemunafikannya, dan sungguh seseorang pernah dipapah dengan diapit oleh dua orang lalu diberdirikan di dalam shaf (shalat)

[Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Masajid 257, 654]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ( رضي الله عنه‎ ), bahwa seorang LAKI-LAKI BUTA berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku pergi ke masjid. Apakah aku punya keringanan untuk shalat di rumahku?” Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bertanya,“Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat?” ia menjawab, “Ya”, beliau berkata lagi, “Kalau begitu, penuhilah”

[Hadits Riwayat Muslim, kitab Al-Masajid 653]

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengomentari hadits diatas:

“Itu orang buta yang tidak ada penuntunnya, namun demikian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tetap memerintahkannya untuk shalat di masjid. Maka orang yang sehat dan dapat melihat tentu lebih wajib lagi. Maka yang wajib atas seorang Muslim adalah bersegera melaksanakan shalat pada waktunya dengan berjama’ah. Tapi jika tempat tinggalnya jauh dari masjid sehingga tidak mendengar adzan, maka tidak mengapa melaksanakannya di rumahnya. Kendati demikian, jika ia mau sedikit bersusah payah dan bersabar, lalu shalat berjama’ah di masjid, maka itu lebih baik dan lebih utama baginya.”

[Syaikh Ibnu Baz, Fatawa ’Ajilah Limansubi Ash-Shihhah, hal.41-42]

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa mendengar seruan adzan tapi tidak memenuhinya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur”.[Hadits Riwayat Ibnu Majah 793, Ad-Daru Quthni 1/421,422, Ibnu Hibban 2064, Al-Hakim 1/246]

Pernah ditanyakan kepada Ibnu Abbas, ‘Apa yang dimaksud dengan udzur tersebut?’ ia menjawab, ’Rasa takut (tidak aman) dan sakit".

Dari dalil-dalil yang menunjukkan atas wajibnya shalat berjama’ah adalah apa yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala dari jeleknya akibat orang yang tidak memenuhi/menjawab panggilan untuk sujud. Allah berfirman (yanga artinya): “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud maka mereka tidak mampu (untuk sujud). (Dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud dan mereka dalam keadaan sejahtera.” (Al-Qalam:42-43).

Yang dimaksud dengan “seruan untuk sujud” adalah seruan untuk melaksanakan shalat berjama’ah. Berkata Turjumanul Qur`an ‘Abdullah bin ‘Abbas dalam menafsirkan ayat ini: “Mereka mendengar adzan dan panggilan untuk shalat tetapi mereka tidak menjawabnya” (Ruhul Ma’ani 29/36).

Dan sungguh tidak hanya seorang dari salafnya ummat ini yang menguatkan tafsiran ini, atas dasar inilah berkata Ka’ab Al-Ahbar: “Demi Allah tidaklah ayat ini diturunkan kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi dari (shalat) berjama’ah.” (Tafsir Al-Baghawiy 4/283, Zadul Masir 8/342 dan Tafsir Al-Qurthubiy 18/251).

Telah Berkata Sa’id bin Jubair: “Mereka mendengar (panggilan) ‘Hayya ‘alal falaah’ tetapi tidak memenuhi panggilan tersebut.” (Tafsir Al-Qurthubiy 18/151 dan Ruhul Ma’ani 29/36).

Berkata Ibrahim An-Nakha’iy: “Yaitu mereka diseru dengan adzan dan iqamah tetapi mereka enggan (memenuhi seruan tersebut).” (Ibid).

Berkata Ibrahim At-Taimiy: “Yakni (mereka diseru) kepada shalat yang wajib dengan adzan dan iqamah.” (Tafsir Al-Baghawiy 4/283).

Dan sejumlah ahli tafsir telah menjelaskan juga bahwasanya dalam ayat ini terdapat ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat berjama’ah. Atas dasar/jalan ini berkata Al-Hafizh Ibnul Jauziy: “Dan dalam ayat ini terdapat ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat berjama’ah.” (Zadul Masir 8/342).

Berkata Al-Imam Fakhrurraziy (tentang ayat): “Dan sungguh mereka pada waktu di dunia telah diseru untuk sujud sedang mereka dalam keadaan sejahtera.” (Al-Qalam:43), yakni ketika mereka diseru kepada shalat-shalat (yang wajib) dengan adzan dan iqamah sedang mereka dalam keadaan sejahtera, mampu untuk melaksanakan shalat. Dalam ayat ini terdapat ancaman terhadap orang yang duduk (tidak menghadiri) dari shalat berjama’ah dan tidak memenuhi panggilan mu`adzdzin sampai ditegakkannya iqamah shalat berjama’ah." (At-Tafsirul-Kabir 30/96).

Dan berkata Al-Imam Ibnul Qayyim: "Dan telah berkata lebih dari satu dari salafush shalih tentang firman Allah Ta’ala: “Dan sungguh mereka pada waktu di dunia telah diseru untuk sujud sedang mereka dalam keadaan sejahtera.” (Al-Qalam:43), yaitu ucapan mu`adzdzin: “hayya ‘alash-shalaah hayya ‘alal-falaah”.

Dan ini merupakan dalil yang dibangun di atas dua perkara:

Yang pertama: bahwasanya memenuhi panggilan itu adalah wajib
Yang kedua: tidak bisa memenuhi panggilan tersebut kecuali dengan hadir dalam shalat berjama’ah.

Hal tersebut di atas (kewajiban shalat berjama’ah di masjid-pent) adalah yang telah difahami oleh golongan yang paling ‘alim dari ummat ini dan yang paling fahamnya yaitu dari kalangan para shahabat radhiyallahu ‘anhum. (Ibnul Qayyim, Kitabush shalah hal. 65).

Dan yang menguatkan akan wajibnya shalat berjama’ah juga adalah apa yang telah disebutkan oleh ‘Abdullah bin ‘Abbas dari jeleknya akibat orang yang meninggalkannya. Sungguh Al-Imam Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dari Mujahid dari Ibnu ‘Abbas ia berkata: Telah berselisih atasnya seorang laki-laki yang berpuasa sepanjang siang dan shalat sepanjang malam tapi tidak menghadiri shalat jum’at dan tidak pula shalat berjama’ah, maka ia berkata: “Dia di neraka.” (Al-Mushannaf 1/346 dan Jami’ut-Tirmidzi 1/188 dicetak dengan Tuhfatul Ahwadzi).

Maka perhatikan ucapan dari Ibrahim bin Yazid At-Taimiy, ia berkata: “Apabila Engkau melihat/mendapatkan orang yang mengenteng-entengkan (bermudah-mudahan) dalam masalah takbiratul ihram, maka bersihkanlah badanmu darinya.” (Siyar A’lamin Nubala` 5/62, lihat Dharuratul Ihtimam hal. 83).

Dari ucapan beliau ini, terdapat isyarat agar kita berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan takbiratul ihram dalam shalat berjama’ah. Maka seyogyanya bagi kita untuk memperhatikan aktivitasnya masing-masing. Hendaklah ketika keluar atau bepergian melihat waktu shalat. Ketika waktu adzan dikumandangkan sebentar lagi sekitar 5 atau 10 menit maka kita selayaknya memperhatikannya, apakah keluarnya kita bisa mengejar untuk mendapatkan takbiratul ihram atau tidak? Jika tidak, lebih baik kita menunggu sampai kita selesai melaksanakan shalat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai Sunnah Rasulullah, mengamalkannya, menjaganya dengan sebaik-baiknya dan membelanya dari para penentangnya. Amin.

Wallahu a’lamu bish-shawab.

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam
Subhanakallohuma wabihamdika, asyhadu al-laa ilaha illaa ant, astagfiruka wa atubu ilaik

Maraji’:

1. http://www.mail-archive.com/keluarga-islam@yahoogroups.com/msg10849.html
2. http://www.almanhaj.or.id/category/view/19/page/6
3. http://ghuroba.blogsome.com/2007/06/24/wajibnya-sholat-berjamaah-di-masjid/

(saya ambil dari http://apps.facebook.com/blog-box/posts/33975)

Jumat, 02 Oktober 2009

Belajar Bijak #1: Antara Makna Dan Konsep


1+1=2
makna menentukan konsep
salah memaknai akan salah mengonsep
salah mengonsep akan salah mempraktekkan

1+1=2
makna menentukan konsep
penguasaan makna modal penguasaan konsep
menguasai makna dengan luas dan pasti modal menguasai konsep dengan luas dan pasti

1+1=2
makna menentukan konsep
lain cara memaknai, lain pula cara mengonsep
lain dalam pemaknaan, akan lain dalam pengonsepan

1+1=2
makna menentukan konsep
pahami maknanya, kau akan tepat membuat konsepnya

Sabtu, 01 Agustus 2009

Belajar Cinta di Lembah Kasih

Bismillah, kami pun melangkah. Sore itu, kami bertekad mengejar sunset di puncak. Sejauh ini, rencana perjalanan kami menaklukkan Gunung Gede dan Pangrango memang masih berjalan lancar. Insya Allah, kami bisa sampai di puncak Pangrango sebelum gelap. Rencananya kami akan mendirikan tenda di Lembah Mandalawangi, padang edelweiss yang terletak tidak jauh dari puncak Pangrango.

Singkat cerita, beranjak petang hari semakin gelap dan kami belum sampai di puncak. Dengan nada optimis, kami saling menyemangati, “Ayo, sebentar lagi kita sampai puncak! Insya Allah maghrib kita bisa sampai di puncak”. , Kami tetap berjalan dengan sesekali beristirahat karena lelah atau harus menunggu teman yang fisiknya mudah lelah.

Hari sudah benar-benar gelap saat kami justru terpisah menjadi dua rombongan karena jalan memang tidak begitu jelas. Kadang bercabang, kadang tampak seperti bukan jalan karena terhalang pepohonan yang tumbang. Di titik ini kami mulai harus menyalakan senter sebagai penerang jalan. Alhamdulillah akhirnya kami bisa berkumpul lagi menjadi satu rombongan. Pendakian kami lanjutkan sambil sesekali mendongakkan kepala ke langit. Kami bisa melihat langit yang hitam terang di balik pepohonan yang hitam gelap menjulang ke langit.

“Lihat, sepertinya kita sudah dekat. Sudah tidak ada pepohonan yang teramat tinggi lagi,” begitu kata salah seorang di antara kami. Sekuat tenaga, kami mendaki dengan harapan puncak sudah dekat.

Waktu menunjukkan jam 8 malam ketika kami sampai di suatu tanah yang agak lapang, tapi tetap sempit untuk mendirikan tenda. Kami beristirahat sambil melihat langit yang dihiasi bintang dan bulan yang nyaris purnama. Indah sekali. Obrolan yang dibumbui canda tawa pun ikut mewarnai.

“Bagaimana kalau kita dirikan tenda disini?” usul seseorang di antara kami. “Ini sudah terlalu malam dan kita sudah lelah. Kita bisa makan malam dulu disini, beristirahat, besok pagi kita lanjutkan perjalanan ke puncak”.

Yang lain terdiam. Suasana hening sejenak. Usul tersebut benar-benar ide bagus dalam kondisi saat itu. Badan kami lelah. Perut lapar. Pakaian dan sepatu kami basah oleh keringat dan aliran air yang kami lewati di tengah perjalanan. Kami kedinginan. Alasan kami untuk berhenti sudah kuat dan lengkap.

“Kalau begitu, kita hanyalah camper, bukan climber,” ujar seorang yang lain. Kalimatnya mengingatkan kami pada konsep pembagian manusia berdasarkan daya tahannya untuk berjuang. Ada 3: quitter, camper, dan climber.

Ya, betul. Kita harus tetap berjalan sampai puncak. Selama masih realistis, pilihan-pilihan lain hanya godaan yang muncul saat kita lemah. Kami juga jadi teringat tentang Advesity Quotient (AQ) yang akhir-akhir ini jadi “Q” yang katanya paling menentukan keberhasilan seseorang. Kami harus tetap berjalan. Sederhananya, kami sudah kepalang tanggung. Badan kami memang lelah. Perut kami betul sudah lapar. Sekujur tubuh benar-benar basah. Dingin itu benar kami rasakan. Tapi, semua itu justru harus semakin melecutkan semangat kami. Semua itu menjadi alasan kami untuk melanjutkan perjalanan sampai ke puncak. Karena semakin malam, semakin gelap, semakin lelah, semakin lapar, semakin basah, semakin dingin, di sisi lain juga berarti semakin dekat ke puncak. Entah kapan kami akan sampai, tapi selama kami masih bisa melanjutkan pendakian, kami akan tetap bertahan untuk terus berjalan. Tak peduli kaki ini sudah lelah, tak peduli lagi badan kami kedinginan karena baju yang basah. Yang kami tahu, semakin kami lelah, semakin dekat kami ke puncak. Kami harus berpikir dari arah terbalik. Itu dia: memutar paradigma!

Pemenang dan pecundang memiliki nasib yang berlawanan. Tapi bertolak belakangnya nasib mereka, berawal dari satu titik, yakni paradigma. Nasib yang berlawanan sebetulnya berawal dari paradigma yang berlawanan. Maka, jika kita ingin menjadi pemenang, aturlah paradigma kita menjadi paradigma pemenang. Terkadang, kita perlu berpikir terbalik dalam waktu singkat dari posisi pecundang yang biasanya memang normal dan wajar, menjadi pemenang yang tidak normal, uncommon, bahkan aneh. Kemenangan kita di dunia nyata bermula dari kemenangan di alam abstrak: kemenangan paradigma.

Usaha kami akhirnya berhasil. Sekitar pukul 20.30 kami sampai di puncak Gunung Pangrango, 3019 mdpl (meter di atas permukaan laut). Tidak lama kami pun mendirikan tenda di lembah mandalawangi, makan malam, dan tidur. Paginya kami ke puncak untuk melihat pemandangan pagi hari yang indah dan ternyata Mandalawangi pun menyajikan pemandangan yang tidak kalah indah.

***

Semua itu menjadi akhir cerita yang indah. Di luar sana kami menikmati pemandangan luar biasa yang membayar lelah kami. Menyaksikan sajian keindahan dari Yang Maha Pencipta. Tapi kami sadar, kenikmatan yang jauh lebih besar ada di dalam diri kami. Jauh di dalam hati kami mengisi jiwa yang telah memenangi pertempurannya. Apa yang kami nikmati dengan indra kami, menjadi berkali-kali lipat nilainya karena jiwa kami merasakan nikmatnya kemenangan.

Kita telah banyak menyaksikan hal serupa terjadi dalam keseharian kita. Ketika segalanya semakin sulit, maka saat tujuan berhasil dicapai rasanya pun akan semakin nikmat. Seperti nikmatnya berbuka puasa yang menjadi berlipat-lipat nilainya karena ia dinikmati bukan hanya oleh indra, tapi juga oleh jiwa yang telah bersabar. Itu baru kenikmatan yang dirasakan di dunia. Belum lagi jika kita mengingat hadits Rasulullah SAW, “Al-ajru ‘alaa qadari masaaqilihim” yang artinya “balasan itu tergantung dari kadar kesulitannya”.

Maka, saudaraku..
Janganlah pernah sedih dengan kesulitan yang kita rasakan. Ketika kita melakukan sesuatu dengan susah payah sedangkan orang lain bisa dengan mudah, jangan pernah merasa payah. Insya Allah, kita akan mendapat balasan dari Allah yang juga lebih besar, berbanding lurus dengan kesulitan yang kita alami.

Saya juga jadi teringat kisah penghuni surga yang selama hidupnya paling menderita. Ketika ditanya bagaimana perasaannya di surga, ia merasa seakan tak pernah sedikit pun menderita selama di dunia. Sebaliknya bagi penghuni neraka yang selama di dunianya hidup paling bahagia, di neraka ia merasa seolah tidak pernah bahagia selama di dunia.

Untuk meraih kenikmatan itu, kita hanya perlu menjalaninya dengan sederhana: melangkah dan terus melangkah. Kita hanya perlu menjalaninya dengan sederhana, namun berharap beakhir dengan sempurna.

Begitulah kita dalam hidup ini. Begitulah kita di jalan ini, saudaraku..

Di akhirnya ada puncak yang kita yakini. Di ujungnya ada akhir yang kita nanti. Di sanalah kita beristirahat. Di sanalah kita boleh berhenti. Di sanalah kita bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa. Saat kita lemah, godaan datang. Saat kita kuat pun cobaan semakin berat. Kita akan punya satu atau bahkan banyak alasan kuat untuk berhenti atau “sekedar” beristirahat. Sekedar lari sejenak dari kerja-kerja melelahkan yang hanya menambah beban hidup kita. Kerja-kerja ini hanya menambah sakit perasaan, menambah pusing pikiran, dan menambah lelah seluruh tubuh kita. Di sini kita belajar lagi tentang makna komitmen, yaitu tetap bertahan menjalankannya tanpa satu alasan pun untuk meninggalkannya. Sekali kita lalai karena suatu alasan, apapun itu, maka komitmen kita layak dipertanyakan.

Tetaplah di sini, saudaraku..
Tetaplah di sini meski gelap masih melingkupi dan masalah muncul silih berganti. Tetaplah berjalan bersamaku, mengingat kembali makna komitmen kita. Mengharap nikmat yang hanya kita rasakan jika kita terus bertahan. Mengharap nikmat yang kan membayar segala lelah perjalanan kita.

Bertahanlah, saudaraku..
karena hanya yang bertahan, yang kan sampai ke tujuan..



Puncak Pangrango, 4 Juli 2009
Belajar Cinta di Lembah Kasih, Lembah Mandalawangi


Selasa, 28 April 2009

Ganti baju


Alhamdulillah..
Lumayan, udah hampir selesai ganti bajunya.

Sekarang mesti keluar kamar pas dulu.
Isi pollingnya ya^^

Selasa, 21 April 2009

1 hal itu apa ya?

betul, hidup ini ga pernah kehilangan daya tarik
selalu ada yang membuat akal, hati, seluruh tubuh ini mau terus bergerak
syukur tanpa akhir untuk nikmat hidup

tapi, ada 1 hal yang mengganjal..
1 hal dalam diri saya
1 hal yang terus jadi misteri

ya Allah tunjukkan..
ya Allah luruskan..

Selasa, 14 April 2009

Win (ost. Men of Honor)

dark is the night,
i can weather the storm,
never say die,
i've been down this road before,
i'll never quit,
i'll never lay down,
see I've promised myself that i'd never let me down

so I'll Never give up, never give in
never let a ray of doubt slip in
and if i fall, i'll never fail
i'll just get up and try again,
never lose hope, never lose faith
there's much too much at stake,
upon myself i must depend,
i'm not looking for place or show, i'm gonna win

no stopping now,
there's still a ways to go,
ohh, someway, somehow
whatever it takes i know,
i'll never quit, no, no
i'll never go down
i'll make sure they remember my name
a hundred years from now

I'll Never give up, never give in
never let a ray of doubt slip in
and if i fall, i'll never fail
i'll just get up and try again,
never lose hope, never lose faith
there's much too much at stake,
upon myself i must depend,
i'm not looking for place or show, i'm gonna win

when it's all said and done
my once in a lifetime, won't be back again
now is the time, to take a stand
here is my chance, that's why I

Never give up, never give in
never let a ray of doubt slip in
and if i fall, i'll never fail
i'll just get up and try again,
never lose hope, never lose faith
there's much too much at stake,
upon myself i must depend,
i'm not looking for place or show, i'm gonna win


(berpesan pada kontingen "yang muda yang berjaya"
sambil mengenang "kisah kasih di sekolah")

Minggu, 12 April 2009

TDW University

Saya baru saja mendapatkan kabar dari Pak Tung Desem Waringin .
Saya diminta untuk memberitahukan kabar gembira ini. Bahwa akan
diluncurkan TDW University - Portal Pembelajaran Online.
Sebuah Portal belajar dimana Anda bisa Merevolusi Kehidupan, Karir,
Bisnis dan Keuangan Anda dari rumah Anda.

Dan melalui email ini juga , Pak Tung Desem waringin ingin memberikan
nilai tambah kepada Teman-Teman , yakni ebook 24 prinsip milliarder yang
mencerahkan plus tiket seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-
, Anda bisa mendapatkannya tanpa biaya di :

http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=10000

Segera kunjungi link di atas untuk mendapatkan ebook tesrebut dari
Pak Tung Desem Waringin , plus ada banyak bonus lainnya

Pelajari secara Detail, bagaimana 24 prinsip milliarder tersebut bisa berguna
dan memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan Teman-Teman


n.b. bertindak sekarang juga karena pembagian ebook ini sangat terbatas sekali,
segera klik di : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=10000


Senin, 06 April 2009

Kita lihat saja nanti #2

Cara saya memandang pemilu, politik & sebuah partai, bisa dibilang merupakan perpaduan antara IDEALISME & REALITAS. Mimpi tentang rakyat indonesia yang hidup sejahtera adalah mimpi bermodal idealisme, tapi mendukung sebuah partai adalah pilihan berdasarkan realitas.

"Mau jadi bagian dari solusi, atau tetap jadi bagian dari masalah?? Gunakan hak suaramu, kita bersihkan DPR dan DPRD.. Liat track record partai nya.. P**.. Bersih, bukan sekedar slogannya..", kata sahabat saya sejak SMP di status facebooknya.

"tapi, saudaraku..", saya coba nulis komentar. "sejak smp dulu kita udh sama2 tau, P** g akan slamanya bersih.. inget??
jadi, alasan kita milih P** taun ini lebih realistis:
P** ga sempurna, tapi taun ini, P** adalah pilihan terbaik. harapan terbesar ada di P**..
setelah semua partai besar pernah dikasih kesempatan mimpin Indonesia dengan segala kekurangan & kelebihannya, kasih P** kesempatan mimpin Indonesia 5 taun ini!!"

Selanjutnya, kita cuma semakin menegaskan realita yang sekarang terjadi.
Realita yang bikin sebagian orang terkaget, kecewa, bahkan benci. Realita yang sempat membuat saya berpikir ulang tentang pilihan terbaik, tapi untungnya setelah itu inget lagi cerita masa SMP. Cerita prediksi bahwa emang ini yang akan terjadi. Setelah itu saya berusah berpikir jernih lagi dan akhirnya kembali berpikir inilah pilihan terbaik untuk saat ini. Ya, untuk saat ini. Pilihan ini sama halnya dengan pilihan-pilihan lain. Banyak variabel yang menentukan, tergantung situasi-kondisi-dll ketika pilihan itu harus diambil.

"Saudaraku sebangsa setanah air, saya mengajak semuanya untuk mendukung perubahan menuju DPR bersih," kali ini seorang 'kakak' saya saat SMA nulis juga di status facebooknya. "contreng P** yang sudah teruji integritasnya, hari kamis besok, Bergabunglah bersama saya!.."

Dengan cara yang nyaris sama saya ingatkan tentang realitas dan pilihan. Tentang ketidaksempurnaan dan kekinian. Tak lama, bergantilah statusnya..
"P** emang jauh dari sempurna, tapi untuk saat ini, ialah yang lebih baik dan sudah menunjukan integritasnya. Saya mengajak saudara-saudaraku semua untuk mencontreng P** kamis besok!"

Sesederhana sekaligus serumit itulah saya memandang pemilu, politik, dan partai. Karena menurut saya, memilih perlu kebijaksanaan. Sedang kebijaksanaan, adalah perpaduan antara idealisme dan realitas.

--------------------------------------------
bercerita tentang logika yang tak tersampaikan.
kumpulan bahasa yang tak terucap.
tak tertulis di kesibukan manusia malam.

Jumat, 03 April 2009

Kita lihat saja nanti

tak banyak lagi penjelasan yang perlu kita urai.
tak banyak lagi wacana yang perlu kita bahas.
harapan itu muncul, meski hanya secercah dan masih menyimpan banyak tanya

tak ada yang bisa menjamin, karena kita berbicara tentang manusia
di sini berlaku hukum sosial, bukan hukum alam
tak ada yang bisa menjamin, tapi inilah harapan
dan meski kesempatan mungkin saja datang dua kali,
tapi itu bisa 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, atau tidak sama sekali..
pilihan ada di tangan bangsa Indonesia

harapan itu hanya perlu berusaha sebisa mereka
bangsa ini hanya perlu mengambil pilihan terbaik di hadapannya
kelak masing2 mendapat balasan atas apa yang dilakukannya

-mulai risau-
-gelombang informasi palsu dari segala penjuru-
-dapat merugikan bangsa ini-
-dapat merugikan umat ini-

TOTALITAS!!

tak ada karya terbaik tanpa TOTALITAS.

dan totalitas ini, hanya bisa lahir dari rasa CINTA..
"Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami"
(Hasan Al Banna)
rasanya selalu belum cukup,
tapi tak ingin menyerah dalam keterbatasan & kelemahan diri..

"Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa"
(Chairil Anwar)

di sini kami terjaga, berdiri, dan berlari,
semua dalam bingkai pengabdian..
"Dedicatio Pro Humanitate"
untuk mereka yang kami cintai
melebihi cinta kami pada diri kami sendiri..

Bale 4 kamar 19
01.59
berbagi rasa yang menguasai diri sejak dulu
diinspirasi kang rihan

You Are What You Like

selera menggambarkan siapa kita

klo suka mkan pdes, biasanya orang padang
klo suka mkan/minum yg manis2, mungkin org jawa

"seseorang akan bersama orang yang ia cintai"

"prempuan2 yg baik u/ laki2 yg baik,
laki2 yg baik u/ prempuan2 yg baik"

Selasa, 24 Maret 2009

Satu Cerita Hati

"izinkan hati ini bercerita beberapa menit saja.."
bismillah..

sekarang, rasanya hidup saya betul2 udah ga seimbang. mungkin sbenernya udah dari dulu, tapi betul2 kerasa akibatnya sekarang2.

Semester 1 di FK unpad, rasanya betul2 ga sabar pengen ikut organisasi sana sini sbg pelampiasan. gimana pun, saya sangat berhasrat untuk bisa bermanfaat maksimal. Tapi semester 2, astaghfirullah.. Saya betul2 ga enak sama banyak orang. Rasanya banyak tanggung jawab yang ga terpenuhi dengan baik. Sedih..

Rasanya ga enak ke temen2 kelompok tutor D2. Mereka harus nerima nasib sekelompok sama saya yang jarang blajar dulu sblm tutor, kadang bikin handout LI ga jelas dan paling parahnya, review untuk case 3 belum beres juga padahal udah ditugasin sejak beberapa minggu yang lalu.
Belajar harusnya jadi prioritas pertama seorang mahasiswa, kan? Tapi rasanya selama kuliah, senggaknya semester 2, saya belum pernah belajar untuk ngerti materi kuliah. saya belajar sebatas usaha untuk ngerjain tugas aja. Apalagi u/ tugas tutor, klo g bner, yg dikorbanin tmen2 juga. Rasanya seakan mengkhianati klompok tutor. Nyatanya, dgn dasar pmikiran kaya gitu pun, hasilnya blm bner. Astaghfirullah..

Ga enak sama keluarga angkatan FK Unpad 2008. Dulu waktu saya awal2 kpilih, saya sangat berharap sampai kapan pun mereka ga pernah nyesel milih saya jadi ketua angkatan. Saya berharap ga dipilih, tapi tekad saya, klo udah dipilih ya harus dijalanin sbaik2nya. Makanya klo ada yang ga bner, saya harap bisa langsung dikasih tau. Angkatan kan cuma bisa berhasil kalo dibangun sama semua. Tapi skarang, mreka kpikiran nyesel ga ya? Apalagi terbukti klo di angkatan ini banyak orang2 hebat yang bisa bikin orang mikir, "mungkin klo mreka yg jadi ketua angkatan, kondisinya bakal lebih baik". Semester 1, saya sibuk di dunia yang lain dari tmen2 pngurus angkatan pada umumnya. Hasilnya, serasa sulit u/ bisa membangun tim yang kokoh walaupun pilar2nya udah ada. Semester 2 lebih banyak kesempatan, tapi ternyata kerjaan pun smakin banyak. Ga nyangka smester 2 kerjaan ketua angkatan jadi kaya gini. Akhirnya banyak yang ga sesuai harapan saya pribadi. Saya belum berani minta evaluasi kinerja dari temen2 karena emang belum ngerjain semua yang mau saya kerjain u/ angkatan. Yang saya minta baru sebatas kritik-saran dan bentuan u/ ngerjain beberapa hal yang bisa diwakilin ato dikerjain bareng2.

Kastil Sema & pembinaan Asy Syifaa, rasanya kurang efektif. Berusaha seoptimal mungkin, tapi tetep ga bisa memenuhi ekspetasi saya sendiri. Rasanya banyak hal yang masih pengen saya kasih. Walaupun TG dan Akang-Teteh pembinaan "nampak" memaklumi, saya rasa harapan mereka lebih dari apa yang udah saya kasih.
Stugov prosesnya habis2an, hasilnya.. wallahu a'lam. Entah hasilnya minim ato nihil sama sekali. Pembinaan, memang baru, tapi sjauh ini kontribusi sy blm banyak.
Masih ada minimal 4 peran kaya tadi (di luar peran standar org2 kaya hamba Allah, anak, adik&/kakak, mahasiswa,dll) yang ga bisa diurai di sini. Kalau dievaluasi, semua ga 100% berhasil, bahkan mungkin termasuk parah.
Saya suka ga enak kalo dibilang sibuk sama orang2. Apalagi klo udah nyebut2 salah satu amanah. Misalnya ada yg bilang, "tanri kan ketua angkatan, jadi sibuk".
Saya pikir, sebenernya semua orang harus sibuk. Ga ada yang boleh hidup santai, berbuat semaunya u/ dirinya sendiri. Harus ada peran2 publik yang diambil atau setidaknya siap diterima kalau kita diminta. Tapi, kadar tanggung jawab yang bisa dipikul setiap orang itu relatif. Nah, dari perjalanan waktu sejauh ini, saya rasa beban di pundak saya udah melebihi kapasitas saya. Maaf, temen2.. Jadi ketua angkatan pasti nambah kerjaan, tapi saya kaya gini bukan (cuma) karena jadi ketua angkatan. Semua amanah saya terakumulasi sampai kadarnya melebihi kapasitas saya, akibatnya ga bisa maksimal semua. Saya harus memotong2nya jadi to do list dan ngerjain satu per satu berdasarkan prioritas penting-mendesak. Hasilnya, mau sesibuk apa pun saya, to do list di HP masih banyak aja.

Tapi insya Allah
ini ga akan bikin saya turun semangat. Klo org lain nanya, "tan, capek ga kaya gitu?" Saya akan tetep jawab, "tentu capek, tapi saya mnikmati ini". Menikmatinya sbgai bagian konsekuensi tujuan hidup saya yang pengen bermanfaat untuk org lain. Cuma sayangnya slama ini kalo saya evaluasi kinerja saya pribadi, bikin saya sedih, kasian ke orang2 yang terkait sama amanah saya. Kadang ksedihan saya nampak di muka, seolah saya capek ato ga semangat (kaya tadi sore pas ketemu TG dan akhirnya dikirimin sms pnyemangat ^^).

Selalu ada hikmah dari apa yang kita jalani. Sambil terus menjalani hari2 ini sampai ketemu lagi checkpoint ato milestone hidup saya selanjutnya,
saya akan terus berusaha menjalani hidup dengan totalitas dan terus ningkatin kapasitas diri saya. Belajar dari kelebihan semua orang (ga ada orang hebat dan orang ga hebat, kita bisa belajar dari kelebihan setiap orang), membuka diri untuk kritik-saran dari orang2 (bahkan kadang bukan cuma membuka diri, tapi harus menggali dari org lain), dan terus berusaha ngambil hikmah dari setiap takdir kehidupan (dari satu cerita hati ini pun, ada hikmah yang terlalu panjang kalo saya tulis di sini).
Semoga Allah ngasih balesan yang lebih baik untuk orang yang membantu saya dengan doa atau apa pun yang mereka kasih.

Alhamdulillah.
Segala puji hanya untuk Allah..

Selasa 240309
18.37
Bale Padjadjaran 4 kamar 19
untuk satu cerita hati

Kamis, 19 Februari 2009

Integritas

Mengerjakan kebaikan tidak semudah menuliskannya
Mengaplikasikan kebenaran tidak semudah meyakininya

Tapi, sebarkan kebaikan & kebenaran dengan apa yang kita punya kan?

Maka blog ini akan tetap menuliskan kebaikan & kebenaran,
tak peduli diri ini sudah sesuai dengannya atau belum..
Biarlah sang diri berkembang mengikuti akalnya.. Insya Allah..

Bismillah..




Rabu, 18 Februari 2009

Maaf, dunia..

Maaf, dunia..
Diri ini belum mampu berbuat sesuai hasratnya
Blog ini belum membagikan semua inspirasinya

Tolong maafkan saya..
Padahal komitmen adalah sesuatu yang harus dipenuhi apapun alasannya
Begitu ada satu alasan saja, artinya komitmen sudah tidak ada!!

Astaghfirullahal'adzhiim..

Sabtu, 24 Januari 2009

Konsultasi: Shalat Malam & Waktu Mustajab Berdo'a

Yang ini jalur Facebook. Kalo liat profile sy (cari aja: “Muhammad Tanri Arrizasyifaa”) bakal tau siapa yg nanya.. Seperti biasa, tambahin dan komentarin ya..

Assalamu'alaikum
Tan, saya pingin konsultasi masalah kejiwaan!
Saya ingin sholat malam lagi seperti dulu
tapi jam tidur sudah berantakan..
apa saranmu? kapan aja sih do'a mustajab itu?


Assalamu'alaikum
Bro, saran saya, pertama, klo bs jgn tidur kemaleman, biar bisa bangun di sepertiga malam terakhir.
klo tidur kemaleman, coba shalat dulu beberapa raka'at sebelum tidur. ini untuk antisipasi susah bangun. setelah tidur, kalo masih bisa shalat malam, shalat lagi.

tentang waktu mustajab berdoa, yang saya inget:
waktu ujan, hari jumat, ketika khatib duduk di antara 2 khutbah, pas didzalimi, ba'da shalat fardhu, sepertiga malam terakhir, di antara adzan & iqamat, pas sujud (bukan cuma sujud terakhir). wallahu a'lam..

Konsultasi: Ridha Allah & Niat Ikhlas

kali ini, bentuknya chat ya. Soalnya emang lewat YM, bukan SMS. Ada sedikit perubahan untuk menyembunyikan identitas 'klien' dan meringkas tulisan. Selamat membaca! Tulis komentar ya..

someone: tanri, sibuk ga? lagi apa? kalo saya nanya-nanya ganggu ga?

syu130990: mau blogging. Gapapa. Saya sambil nulis gapapa y?

someone: oke.

syu130990: mau nanya apa, some?

someone: saya pengen nanya tan, tapi kalo saya nanya jangan diketawain. terus jangan dibilangin orang2 ya?

syu130990: iya, insya Allah

someone: terus, jangan ditulis di blog

syu130990: :-)

someone: katanya yang konsultasi ditulis di blog

syu130990: oh gitu.. ok ok. kalo namanya ga ditulis gapapa saya tulis d blog?

someone: gimana entar. setelah konsultasi selesai oke?

syu130990: oke

someone: tanri, meraih ridha Allah tu gmana? apa yang dimaksud ridha Nya itu?

syu130990: ridha Allah itu parameternya surga. itu aja

someone: maksudnya gmana? saya agak bingung dengan kata ridha, beda ga ama kata ridha yang sering diomongin orang, yang maksudnya ikhlas?

syu130990: pd dasarnya saya rasa hampir sama

someone: saya pernah mencoba menyimpulkan, bener ga sih: ketika kita telah mencapai tingkatan itu, Allah seakan ridha terhadap semua langkah kita apapun yang kita lakukan. iya ga sih? tapi ya itu.. yang dilakukan orang yang udah tahap sana mungkin dengan parameter surga. iya ga?

syu130990: kalo saya, mandangnya gini.. keridhaan itu baru kita dapet setelah kita dihisab nanti di akhirat. jd, itu bukan tahapan, tapi hasil usaha dari hidup yang kita jalani

someone: pernah denger lagu ahmad dhani-chrisye?

syu130990: ya :-)

someone: nah, itu gimana? jadi saya tuh mikir, kita berbuat sesuatu memang sepantasnya karena Allah pencipta kita. kadang sekan ingin melupakan tentang surga dan menganggap itu hanya hadiah. jadilah mulai bingung

syu130990: itu dia kelirunya lagu itu ^^.. maaf ya, untuk yang ini saya yakin

someone: jadi?

syu130990: lagu itu keliru karena menafikan surga & neraka. padahal, di Al Qur-an aja kita disuruh u/ ngejar surga dan ngehindarin neraka. jadi Allah sendiri yg nyuruh. pemikiran kaya gitu awalnya dari seorang sufi yang namanya Rabi'ah Al Adawiyah. bisa dibilang, dalam hal ini dia 'lebay'. maklum, namanya jg sufi. gitu.. wallahu a'lam

someone: ooo gitu ya ... nampaknya saya kurang mengkaji Al Quran dengan pendalaman. hehe

syu130990: :-) bagus kalo ada perasaan kaya gitu.tinggal langkah konkretnya aja

someone: terus tan, jadi kalo niat kita ibadah itu?

syu130990: untuk dapet pahala sbanyak2nya yg jadi tiket kita ke surga

someone: selama ini saya berfikir niat ibadah itu sebagai rasa syukur dan terimakasih kepada Allah dan mohon petunjuk untuk menjalani hidup dan terhindar dari jalan membelot

syu130990: boleh, ga ada salahnya.. trus, brsykur & ga membelot itu untuk apa?

someone: bersyukur karena telah diberi kehidupan yang begitu indah. Hehe. saya selalu takut, gimana kalo saya lahir pas zaman nabi Muhammad memperkenalkan Islam terus gmana kalo saya dilahirkan oleh seorang yahudi. mungkinkah saya percaya nabi? saya percaya Allah? haduh..sedih kalo inget yang kaya gini tan..

syu130990: ya, alhamdulillah kalo sadar tentang hal ini. syukur kita emang seharusnya ga ada habisnya

someone: tapi tanri, saya takut. Haduh, banyak takutnya.. saya takut kalo sadarnya saat ini doang. saya takut omdo (omong doang). saya takut.. gimana ya cara tau niat kita itu lurus karena Allah?

syu130990: kayaknya susah juga. coba dirasa2 sendiri aja mungkin. pada akhirnya Allah yg menilai & kita baru akan tau nilainya nanti pas dihisab

someone: saya suka ngerasa aneh tan.

syu130990: knp?

someone: jadi akhir-akhir ini setelah sadar melakukan sesuatu harus karena Allah dan hanya Allah, ketika saya bilang di dalam hati ini karna Allah, ada bagian lain yang bilang, “iya gitu? jangan gara gara si A. atau gara-gara apa gitu..” heuh..

syu130990: itu wajar.. setau saya, begitulah manusia. tapi ya kwajaran ini hrus terus kita usahain untuk diteken & diteken terus

someone: jadi bagian yang ngomong itu setan apa diri saya yang beneran ya tan? apa saya berkepribadian ganda? Hahahah. becanda

syu130990: wallahu a'lam, yg pnting terus berusaha lurusin niat & memperbanyak amal. jgn smpe g jadi krna khwatr g ikhlas

someone: hmmm.. kamu pernah ga tan kaya gitu? nekennya gmana?

syu130990: karena niat itu abstrak, jd ngelawannya jg dlm hati & pikiran kita aja. klo mau yg konkret, mungkin dengan baca basmalah tiap sebelum berbuat sesuatu. Sy sendiri blm istiqamah. kadang lupa..

someone: ok, i'll try. Doakan semua yang saya omongkan menjadi konkret, ga omdo

syu130990: aammiin. smoga saya juga

someone: oh, iya, kesimpulannya, jadi boleh ga kita termotivasi oleh surga? Maksudnya, berbuat sesatu demi masuk surga

syu130990: insya Alllah boleh ^^

syu130990: jd boleh g sy posting dialog ini k blog sy? identitas dirahasiakan ^^

someone: oke lah. tapi saya bingung. apa yang kamu posting? kayanya dari tadi saya nanya loncat-loncat

syu130990: gapapa, yang penting bisa dibagi juga k org lain. Dengan dipost ke blog, org lain juga bisa nambahin ato nyanggah jwbn sy. Jadi saya juga bisa belajar ^^

someone: oke. ntar saya juga blajar lagi dari blog kamu. haha

syu130990: sip sip

someone: terimakasih tanri. banyak menginspirasi. jazakumullah ya

syu130990: wa iyyaak :-) alhamdulillah..

someone: udah bloggingnya tan?

syu130990: belum, soalnya saya optimis kamu ngebolehin. jadi sy pikir udah sekalian ^^

someone: dasar tanri

syu130990: ya udah, sy ngeblog dlu ya..

someone: ok

syu130990: kalo ada apa2 hubungi saya lagi aja

syu130990: assalaamu'alaykum, someone..

someone: haha.. biar ditulis di blog lagi ya tan? terimakasih ya tanri. Waalaikumsalam, tanri

***

tambahan dari saya, karena untuk ngelurusin niat emang susah, Rasulullah nyontohin satu doa yang baik untuk dibaca 3x setiap pagi dan sore. Lafadz latinnya (gimana cara nulis arab? ada yang tau?) :

"Allahumma Innaa Na'uudzubika Min An Nusyrika Bika Syay-an Na'lamuh.. Wa Nastaghfiruka Limaa Laa Na'lamuh.."