Selasa, 13 Agustus 2013

Positif

Hidup saya adalah ruang kemungkinan yang sangat luas.
Terisi putusan-putusan acak yang tersusun rapi oleh ketetapan Ilahi.
Banyak hal terjadi tanpa rencana & di luar bayangan orang-orang, termasuk diri saya sendiri.

Itu juga mungkin menjelaskan alasan kekaguman & kenyamanan saya membersamai orang-orang yang selalu bersikap positif dan bergairah menjalani hidup.
Bersama mereka hidup jadi indah bahkan sebelum semuanya terjadi.
Gambaran-gambaran abstrak yang indah muncul, lalu kenyataan yang -mungkin tidak sempurna tapi tetap saja- juga indah menyusul.

Tentu sebaliknya, takkan lama saya berada menyertai mereka yang hidupnya datar apalagi negatif. Pikiran dan ucapannya berisi masalah dan keluh kesah.

Beginilah cara saya menikmati hidup. Bukan dengan terus berada di zona nyaman, tapi dengan menghayati setiap letupan.

Senin, 24 Juni 2013

Pemimpin Bersahaja

Saya mempelajari, cara mudah meraih kepercayaan publik itu dg hidup bersahaja.

Hidup bersahaja bukan topeng pencitraan. Dia sesuai pesan rasul ttg cara dicintai Allah & manusia sekaligus: ZUHUD.

Kebersahajaan adalah hal yg hrs diintrospeksi oleh pemerintah & politikus secara umum saat kepercayaan publik thdp mereka begitu rendah.

Karena yg paling terusik saat harga BBM hrs naik bukanlah nalar oleh kontroversi ilmiahnya, tp batin oleh kemewahan pejabat di saat rakyat susah.

Maka ZUHUD, sekali lg, adalah langkah pertama yg seharusnya diambil pemerintah saat bangsa (anggap saja memang) dlm situasi sulit.

Seperti Umar Bin Abdul Aziz yg sblmnya hidup mewah memutuskan hidup amat sangat sederhana sejak memegang kekuasaan Khilafah Bani Umayyah.

Maaf meracau dlm kebodohan, kelemahan & keburukan diri. Semoga ada manfaatnya. Wallahua'lam.

Courage

"Courage is not the absence of fear, but rather the judgment that something else is more important than fear. The brave may not live forever, but the cautious do not live at all. From now on you’ll be traveling the road between who you think you are and who you can be. The key is to allow yourself to make the journey.” ―Prince of Genovia (Princess Diaries)

Life is a journey, with problems to solve, lessons to learn, but most of all, EXPERIENCES TO ENJOY.

It will not always be smooth. There is a time you have to face the challenges. Sometimes it can be really scary and make you ask yourself, “Why me?” There is a time to take opportunities. It is not easy. It takes courage. It needs you to stop letting your fear control your action.

You may not know what’s happen next, and you may not know when it ends. Whatever it is, just keep going and answer. In something beautiful behind everything that happens in your life. Everything will be worth it. Live your life. Create your story. Enjoy the journey. There is a time to celebrate.

-Wilzkanadi

“The future will pay for your courage. You will regret more what you didn’t do than what you did.”

Orientasi

Betul, indah sekali cinta dalam definisi ‘energi untuk terus memberi’.

Maka ia produktif.
Konstruktif, tidak destruktif.
Introspektif, alih-alih lebih banyak menuntut.

Lebih siap tatkala menyadari bahwa agamanya tak sebaik yang dikira, fisiknya tak sesempurna gambaran awalnya, lain-lainnya pun tak seperti yang disangka.

Indah saat ia dibangun atas proses saling mengenal & memahami tanpa henti, saling mendukung dalam kebaikan & taqwa, juga saling melengkapi dalam berkebaikan.

Ditambah dua keyakinan awal yang lama telah kita pelajari:
1. Hanya mengharap balasan dari Allah,
2. Pasti ada tantangan, ujian & cobaan dalam kadar tanpa batas yang harus dihadapi.

Sempurnalah orientasinya.
Sempurnalah kerjanya.
Sempurnalah hasilnya.
Sederhana, tapi berharap jadi sempurna.
InsyaaAllah..

Yang Ditunggu

“Ada orang-orang yang kita benci, sementara mereka berjuang keras untuk kebaikan kita. Kita menilai lalu menghakimi, sementara mereka mencintai lalu bekerja keras. Kita cemooh mereka, membuat sedikit pedih hati mereka, tetapi toh mereka tetap berjuang demi kebaikan kita.

Saya sedang bicara tentang sebagian pemimpin kita yang baik, yang sering tak kita ketahui kerja-kerja mereka, namun stigma “Tak ada pemimpin yang baik di negeri ini” telah begitu kuat menancap.

Saya tidak tahu siapa saja mereka, tetapi saya bertanya-tanya, bagaimana jika ada satu-dua yang demikian? Bagaimana jika yang selalu saya cemooh begitu mencintai saya namun tak sempat terungkap, upaya kerasnya tak mampu saya lihat, dan buah kerjanya tak pernah saya syukuri?

Bagaimana jika kita tukar cemoohan kita dengan doa-doa kebaikan untuk mereka dan untuk negeri ini? Mengeluarkan energi yang kira-kira sama namun lebih produktif. Kalaupun yang kita doakan bukan pemimpin yang baik, jika doa kita adalah doa kebaikan, Allah bisa baikkan pemimpin tak baik itu, atau bisa pula Allah baikkan negeri ini dengan hindarkan kita dari pemimpin macam itu, atau cara lain yang Allah sukai. Jangan lupa pula ikhtiar terbaik sesuai kapasitas kita untuk kebaikan negeri ini, mungkin saja kita adalah jawaban yang Allah persiapkan untuk doa-doa itu. Siapa tahu?”

-Yasir Mukhtar

Kemajuan Signifikan

Sulit maju para pengecut.
Sulit tumbuh para penakut.
Kemajuan signifikan lahir dari keberanian.

Keberanian itu sendiri kuncinya sederhana: sikap positif.

Ia tidak hanya sebatas pikiran (positive thinking), tapi sampai menjadi pembawaan/karakter (positive trait).

Buah sikap positif ini adalah..
Ketika ada kesempatan baik, berani mengambil risiko.
Ketika gagal, mengambil pelajaran/hikmah & tidak kapok.

Jadilah ia berani, berkembang, kemudian unggul.

Kita tidak akan menemukan sumber terbaik untuk lahirnya sikap positif selain keimanan.
Keimanan yang tertanam kuat di dalam diri adalah rahim terbaik lahirnya sikap positif.

Sebagaimana sabda Sang Nabi yang diriwayatkan dalam hadits shahih bahwa sungguh menakjubkan pribadi seorang mukmin. Mendapat nikmat ia bersyukur, mendapat musibah ia bersabar.

Dalam sejarah, ia menjelaskan bagaimana Islam bisa terus tumbuh dari hanya seorang Muhammad yang buta huruf menjadi 100 ribu orang dalam waktu 23 tahun dan kini hampir 2 milyar manusia dalam waktu tidak sampai 15 abad.
Berawal dari hanya satu di antara ratusan juta manusia di abad ke-7 masehi menjadi sekitar 1/3 umat manusia di masa ini.

Ini hanya bisa dijelaskan oleh satu kunci menuju kemajuan signfikan, yaitu keimanan.

Sebagai buah dari sikap positif yang lahir dari keimanan, sejarah mencatat kisah-kisah keberanian untuk berbeda meski harus terasing.
Kisah-kisah keberanian untuk menyeru meski harus ditolak, dicaci & diperangi.
Keberanian untuk berperang meski harus bersimbah keringat & darah menghadapi musuh yang secara jumlah & perlengkapan lebih unggul.

Kemajuan signifikan itu lahir dari keberanian. Keberanian itu lahir dari sikap positif. Sikap positif itu lahir dari keimanan.

Wallahu a'lam.

Minggu, 23 Juni 2013

Yang Tepat

Prinsip 'right man in the right place' jelas berlaku dalam semua hal, termasuk urusan pasangan hidup.

Seleksi SDM untuk menempati posisi ini adalah seleksi SDM terpenting dalam hidup. Sebab dengannya kita memasuki tahap kontribusi yang lebih tinggi; naik dari perbaikan diri menuju perbaikan keluarga, masyarakat, bahkan negara dan dunia.

Spesifikasi & kriterianya sudah jelas dituntun oleh Alquran & Sunnah.

Yang ingin ditekankan, pasangan hidup adalah posisi yang tidak sama dengan posisi-posisi lain yang mungkin perlu seleksi juga.

Misalnya, kalau saya perlu sekretaris pribadi maka kriterianya tentu tersendiri dan berbeda dari pasangan hidup. Mungkin ada irisan, tapi jelas tidak bisa disamakan.

Kalau saya cari mitra usaha pun tentu tersendiri kriterianya, tidak bisa disamakan dengan pasangan hidup.

Kalaulah pada akhirnya orang yang terpilih sama, mungkin irisannya besar dan memang sesuai kriteria untuk posisi masing-masing. Tapi, pada dasarnya tetap berbeda. Setidaknya, berada di dalam proses seleksi yang berbeda.

Ketepatan memilih diawali ketepatan menentukan kriteria.
Karena dia yang kau cari untuk suatu urusan, tidak bisa disamakan dengannya yang kau cari untuk urusan lain.

Sabtu, 02 Maret 2013

Selamat Datang, Cahaya!

Assalaamu'alaykum Warahmatullah Wabarakaatuh
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

Selamat datang, Cahaya!

Sejak dulu hingga kini, mahasiswa adalah elemen yang begitu berharga bagi sebuah bangsa. Begitu banyak sejarah mencatat torehan prestasi mahasiswa dalam membangun bangsa. Nasib manusia amat ditentukan oleh kerja-kerja tangan mahasiswa. Oleh karenanya, kau adalah cahaya!

Di setiap masa, pemuda intelektual adalah bagian yang tak ternilai bagi sebuah peradaban. Ia adalah harapan. Ia adalah dinamo perubahan. Ia adalah oase di tengah kegersangan. Ia adalah pemecah kebuntuan. Ia adalah penerang di tengah kegelapan. Maka tak berlebihan jika kau adalah cahaya!

Selamat datang, Cahaya!

Masa emas kemahasiswaan ini tidaklah panjang. Kau mungkin akan melaluinya begitu saja. Kau juga bisa mewarnainya dengan kisah-kisah indah. Kau dapat menjadikannya catatan singkat yang penuh dengan prestasi-prestasi besar perjuangan. Semuanya tergantung pilihanmu. Semuanya ditentukan oleh setiap langkahmu.

Temukan makna dari masa-masa ini! Hidupkan makna itu dalam perjalananmu! Jadikan dirimu berharga! Kalaulah bukan untuk yang lain, setidaknya untuk dirimu sendiri.

Selamat datang, Cahaya!

Mereka telah lama menunggumu.
Selamat menghapus kegelapan dengan benderangmu.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!

Presiden Kema Unpad
R. Muhammad Tanri Arrizasyifaa (130110080187)
3 Juli 2012, di langit antara Moskow dan Jakarta


ditulis untuk Buku Mahasiswa Baru Unpad 2012

Orasi Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad 2012

Orasi Penerimaan Mahasiswa Baru


Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamualaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.

Teman-teman mahasiswa, selamat datang di dunia baru!

Di dunia kampus, kita akan menemukan pilihan-pilihan. Setiap pilihan menentukan konsekuensi yang akan kita dapatkan. Mari kita memulainya dari akhir karena pilihan mendasar yang kita hadapi di kampus ini adalah pilihan: ‘mau jadi apa kita di akhir nanti setelah lulus dari kampus ini?’.

Kalau kita ada di kampus ini hanya dalam rangka mengejar gelar untuk mencari pekerjaan, jangan heran jika pada akhirnya kita hanya akan menjadi pekerja-pekerja atau buruh-buruh bergelar sarjana. Kita tidak akan menjadi bagian dari perbaikan dan kebangkitan bangsa ini. Padahal bangsa ini memiliki potensi luar biasa. Negeri ini sejak dulu hingga kini terus menjadi sorotan dunia, karena negeri ini cuma kekurangan satu faktor saja untuk bisa menjadi negeri yang jaya, yakni faktor sumber daya manusia yang bermoral dan berkualitas.
Ingatlah bahwa sumber daya manusia terpenting dari sebuah bangsa adalah pemuda, terutama pemuda-pemuda minoritas yang mendapat anugerah untuk belajar sampai perguruan tinggi yang disebut mahasiswa. 

Seorang lelaki bijak di masa lalu pernah berkata,
Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya.

Tanamkan niat bahwa keberadaan kita di kampus ini adalah dalam rangka belajar dan membina diri untuk menjadi manusia unggul yang kelak akan mengubah negerinya bahkan mengubah dunia. Untuk itu kita juga harus memastikan pembelajaran kita tidak boleh terbatas pada ruang-ruang sempit bernama kelas dan jadwal-jadwal kuliah yang telah ditentukan dosen. Pembelajaran kita adalah pembelajaran yang luas. Waktunya tidak terbatas jam dan hari. Tempatnya bisa di lapangan olahraga, di panggung seni, di kantin atau warung tempat kita berdiskusi, bahkan juga di jalanan atau pelosok desa tempat kita melihat masalah dan belajar untuk jadi bagian dari solusi.

Sekitar 35 tahun yang lalu, Agustus 1977, sastrawan Indonesia bernama Rendra membacakan sebuah puisi di hadapan mahasiswa-mahasiswa di Bandung. Puisi itu berjudul "Sajak Sebatang Lisong". Dalam potongan sajaknya ia berkata,
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya, keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Dan di akhir sajaknya ia berkata,
Apakah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan.

Kalau ada satu inspirasi lagi, kita bisa mendapatkannya dari sebuah wilayah timur Papua Nugini; yaitu sebuah tempat bernama Bouganville. Bouganville pernah menjadi tempat konflik antara penduduk asli dan pendatang. Penduduk asli terusir ke hutan sehingga hidup dalam keterbatasan. Justru dalam keterbatasan mereka berkembang. Mereka tumbuh menjadi masyarakat yang kuat dan menciptakan berbagai alat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang terbatas yang ada di sekitarnya. Mereka memegang slogan Mekim Na Savvy yang artinya "Belajar Sambil Berkarya".

Mekim Na Savvy yang artinya “Belajar Sambil Berkarya” ini juga bisa kita jadikan slogan untuk hari-hari kita di kampus. Hari-hari yang penuh karya. Hari-hari yang penuh oleh hal-hal produktif. Masa muda adalah masa emas untuk berkarya. Kalau kita jengah dengan kondisi yang ada di sekitar kita, maka berbuatlah sesuatu.

Setiap orang dari kita pasti memiliki minat di salah satu bidang kontribusi. Baik itu bidang seni, budaya, olahraga, sosial, politik atau yang lainnya, jadikan ia medan perjuangan untuk menghasilkan sebuah karya bagi almamater dan masyarakat luas.

Karya terbaik hanya lahir dari kolaborasi dan sinergi potensi-potensi yang ada. Untuk itu pembelajaran dan kontribusi yang kita lakukan mesti dibungkus dalam kolaborasi dan sinergi antarelemen. Kolaborasi dan sinergi dalam suasana kekeluargaan inilah yang akan melipatgandakan nilai karya yang bisa kita hasilkan. Generasi muda adalah cerminan masa depan bangsa. Jika kita mampu bersatu dalam kontribusi yang sinergis di masa muda, maka kita juga bisa optimis bahwa kelak bangsa ini dapat bersatu dalam kontribusi yang sinergis untuk meraih kejayaannya.

Belajar, berkarya, bersinergi. Tiga hal yang merangkum masa-masa emas kita sebagai mahasiswa. Semoga dengan tiga hal itu kita bisa menjadi bagian dari kebangkitan dan kejayaan negeri ini.

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!


***

sebelum orasi, panitia PMB  minta saya bikin naskah karena panitia2 dari kalangan dosen pengen tau saya mau ngomong apa. akhirnya tulisan ini dibuat. pada kenyataannya, tentu ngga persis sama. bahkan, ada beberapa bagian yang saya tambahin (improvisasi) waktu orasi dan ternyata justru itu yang diinget sama orang-orang. tapi karena yang terdokumentasi adalah teks ini bukan orasi aslinya, jadi ini yang bisa saya masukin ke blog :) 

Bukan Server Microblogging (2)

Faktanya adalah, Mawar bukan orang pertama yang jadiin HP saya server microblogging. Ada cerita sebelumnya dan ini lebih 'unik'.

Seorang mahasiswa beberapa waktu yang lalu sering menghubungi saya. Entah lewat SMS, BBM, atau Facebook. Sebelumnya saya udah kenal dia, tapi ngga terlalu akrab. Sebutlah namanya Daun. Pernah beberapa kali ketemu di sekre BEM, plus berkali-kali ngajak ketemu tapi saya ngga bisa. Kadang saya sampe dicari-cari kemana pun saya pergi.

Suatu hari, mulailah ada SMS yang bertubi-tubi masuk mirip sama SMS dari Mawar di tulisan saya sebelumnya. Pengirim SMS ini bernama Bunga. Saya ngga kenal. SMS-SMS itu agak 'ngeri'.

Sampai suatu hari..

"Kang saya pengen ketemu," kata Daun ke saya lewat BBM.
"Boleh, ke sekre aja".
"Oke kang". Akhirnya ketemu di sekre.

"Kang, saya mau minta maaf karena saya udah bersalah sama akang. Jadi, saya pernah ngasih no HP akang ke sepupu saya namanya Bunga".

Duarr! Akhirnya muncul petunjuk.. Selanjutnya, Daun cerita tentang Bunga, sepupunya yang dia bilang punya gangguan mental. Sampai pada akhirnya saya bilang, "Kamu ngga usah minta maaf. Kamu bilang aja sama dia ngga usah SMS saya kaya gitu terus".

"Iya kang, maaf ya kang".

***

Beberapa waktu setelahnya, saya lagi ngurus kepanitiaan sama anak-anak BEM. Sekitar tengah malem, Daun ngehubungin lewat BBM.

"Innalillahi. Kang, mohon doanya. Bunga baru aja meninggal. Saya dapet kabar dari ayahnya". Perasaan saya ngga enak.

"Innalillahi. Meninggalnya kenapa?" jawab saya.

"Kata ayahnya, jatoh dari tangga kang".

Perasaan saya makin ngga enak. Akhirnya saya tanya sama Daun, "Daun, jadi sebenernya Bunga itu ada ngga?"

...

"Ada kang. Dia sepupu saya".

Saya ngga bales lagi BBM-nya.

***

Paginya, sebuah SMS masuk. SMS itu isinya curhat. Tau SMS itu dari siapa? Dari Bunga.

...

Mungkin bisa jadi film horor Indonesia: "SMS dari alam kubur".

Rabu, 27 Februari 2013

Bukan Server Microblogging (1)

Dari kisah nyata. Nama-nama di bawah ini bukan nama sebenarnya.

3 Februari 2013

SMS masuk.
"Tanri, selamat ya sudah kelar sidang skripsinya".
"Makasih.. Maaf ini siapa ya?" jawab saya.
Dijawab, "Ini saya Mawar".
Oh, ternyata Mawar. Saya langsung inget satu-satunya temen saya yang namanya Mawar. Temen SMA saya dulu. Udah lama ngga ketemu. Sekali lagi saya ingetin, Mawar bukan nama sebenarnya.
"Oh, makasih war. Maaf kontak saya ngga lengkap di HP ini".
":) gpp tan," jawabnya.

Semua baik-baik aja sampai beberapa jam kemudian ada SMS masuk.
"Agar hujan segera reda, apa caranya ini?" Dari Mawar lagi. Tapi kali ini SMS-nya aneh. Apa Mawar udah berubah ya? Karena SMS-nya aneh, jadi ngga saya bales.

***

13 Februari 2013

"Bagaimana ya caranya agar bisa menginvite pin lagi? Ini balik jadi pending. Padahal waktu itu bisa". SMS dari Mawar lagi. Ngga lama, SMS masuk lagi. "Kalau ada menu yang susah dibuka, apa ada alternatifnya?"
Ok, walaupun aneh. Saya coba bantu.
"Ada apa war? Ada yang bisa dibantu?"
Dia bales, "Tanri pernah punya masalah dengan Blackberry ngga? Atau tau cara mengatasinya mungkin?" Dia SMS lagi. "Banyak tan yang perlu dibantu, hehee.. Just kidding :)"
Mulai aneh lagi, jadi ngga saya bales.

Beberapa jam kemudian, dia SMS lagi.
"Kukira dengan menekan tombol tadi itu bukan untuk meformat ulang.. (Blablabla)"
Saya heran. Kok dia jadi curhat? Ini kayanya bukan Mawar temen SMA saya. Beberapa jam kemudian dia SMS curhat lagi. Sejam kemudian SMS lagi.
Akhirnya saya tanya, "Maaf ini Mawar mana ya? Nama lengkapnya?"
Dijawab, "Ada berapa orang Mawar yang dikenal? Maaf aku lagi males, namaku panjang. Memangnya, menurut Tanri ini Mawar yang mana?"
Sejak jawaban itu, saya ngga bales lagi. Sebaliknya, Mawar justru ngirim SMS terus. SMS-nya macem2, yg pasti aneh2.

Apakah malam ini hujan akan turun?
Pengen muntah. Pengen kumuntahkan ke orang yang kukirimi sms ini.
Tanri, pikiranku kacau.
Sesak.
Ada yang perlu kuceritakan. Ini penting tan. Tapi aku gak bisa lewat pesan singkat seperti ini.
Kamu simpen no ponselku? Gak usah lagi deh sekarang. Dihapus saja.
Eh maaf yang tadi. Pokonya kamu harus kesini. Terserah deh tentang no ponselku. POKOKNYA KAMU WAJIB KESINI SESEGERA MUNGKIN. Titik!
Tanri, kurang lama mendiamkanku. Lebih lama juga gapapa kok.
Sayang, maafin aku. Hahahaa.
Tan, klo kotoran cicak itu pendatang kesialan bukan?
Tanri tanri tanri tanri tanri, kamu kesini ajalah tan hari ini.
Baiklah mulai besok saya akan menghentikannya.
Kamu kalau seperti ini terus, aku nanti nikah dengan orang lain loh.
Sayang, kapan kamu ke tempatku? Wkwkwk..
Tanri, kenapa ya pergantian cuaca ini mempengaruhi diri?
Kenapa air mata dan ingus itu rasanya asin ya?
Andai doraemon benar2 ada. Pengen pinjem alatnya sebentar.
Terimakasih ya sayang, hahahaa.. Sudah agak baikan perasaanku sekarang?
Belum benar2 membaik, sebelum kamu ada di hatiku untuk selamanya. Wkwkwk..
Suatu saat, kalau ternyata kamu ditakdirkan menjadi suamiku, maaf ya jika kamu mesti bergosip denganku tiap hari. Hahahahahahaha.
Kang tanri, hari ini aku benar2 mellow. Ditambah lagi kamu tidak ada di dekatku sekarang.
Kapan aku nikah tan?

Pernah juga ngirim SMS isinya nama saya 25x. Juga pernah cuma satu emoticon: ":)" "=)" "^_^" ":("

Entah dia siapa. Yang pasti, dia follow saya di Twitter karena beberapa kali nanggepin twit saya. Entah juga sampai kapan dia jadiin inbox saya server microblogging buat dia. Sampai saat tulisan ini dibuat, udah 360 SMS yang dia kirim ke saya. Sehari bisa puluhan SMS.

Setelah saya tulis ini di blog, mungkin dia juga nanggepin lagi.
Kasian.

Minggu, 24 Februari 2013

Drama

Setiap orang pasti pernah salah. Apalagi kita masih muda; masih perlu belajar ngendaliin diri.

Yang penting, gimana kita belajar dari kesalahan itu. Taubat aja 2 langkahnya: minta maaf, trus bertekad ngga ngulangin lagi.

Sekarang, ayo belajar dewasa.

---
Setelah sebuah drama singkat. Tentang ayah & anak; kasih sayang; kedewasaan; pembelajaran.

Saya betul2 bercermin.
Semoga jadi lebih baik.

Senin, 18 Februari 2013

Muka Hitam

"Sesungguhnya kebohongan itu membuat muka hitam, baik di dunia maupun di akhirat". [Hadits Riwayat Ibnu Hibban]

Yg di atas adalah sms balesan dari saya untuk sms yg tiba2 masuk :
"Uangnya di kirim ke BNI aja yaa.
Rek.028-780-5270
A/n.ADRIAN RAHMAT."

Cermin

Usamah bin Zaid ra. mengemukakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Kelak pada hari kiamat seseorang akan diadili. Setelah itu dilemparkan ke neraka dan bertaburanlah seluruh isi perutnya. Kemudian ia diputar-putar seperti keledai memutar kilangan.

'Wahai Fulan,' tanya penduduk neraka yang menyaksikannya. 'Apakah dosamu? Bukankah engkau (sewaktu di dunia) memerintah orang lain berbuat kebaikan dan mencegah kemungkaran?'
'Ya,' jawab si Fulan. 'Aku menyuruh orang kepada yang baik, tetapi aku sendiri tidak melaksanakannya. Aku juga melarang orang lain berbuat mungkar, namun aku sendiri melanggarnya'." [HR Muslim]

Rabu, 23 Januari 2013

Sebaik-baik Dirimu

15 Desember 2012.

Ini hari kongres mahasiswa. Hari dimana seharusnya saya lengser sebagai Presiden Mahasiswa Unpad. Beberapa hari sebelumnya, saya berencana hadir full time di kongres. Ternyata hari itu ada beberapa undangan. Dari CCC untuk kasih sambutan, dari Pena Bangsa untuk hadir di acara mereka, dan dari beberapa yang lain. Berhubung tempat kongres di Fapsi, jadi saya pilih hadir di opening kursus bahasa Turki dari CCC.

Di acara CCC ini, ada pembacaan puisi oleh salah satu mahasiswa asing yang kuliah di Unpad. Namanya Pekir (kalau saya ngga salah denger). Dia sebetulnya bukan dari Turki, tapi Azerbaijan. Yang dia baca adalah puisi berjudul "Kerendahan Hati". Ini puisinya :

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
Tentu harus ada awak kapalnya
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu..
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Karena saya pikir puisi ini cocok untuk anak2 BEM yang akan disidang LPJ-nya di Kongres, jadi saya bacain puisi ini di depan anak2 BEM sebelum kita rame2 dateng ke kongres :)
Dan karena saya suka betul puisi ini, jadi sy googling dan akhirnya nemuin perdebatan ttg hak cipta puisi ini. Ternyata puisi aslinya adalah ini:


Be the Best of Whatever You Are
By Douglas Malloch
If you can't be a pine on the top of the hill,
Be a scrub in the valley — but be
The best little scrub by the side of the rill;
Be a bush if you can't be a tree.
If you can't be a bush be a bit of the grass,
And some highway happier make;
If you can't be a muskie then just be a bass —
But the liveliest bass in the lake!
We can't all be captains, we've got to be crew,
There's something for all of us here,
There's big work to do, and there's lesser to do,
And the task you must do is the near.
If you can't be a highway then just be a trail,
If you can't be the sun be a star;
It isn't by size that you win or you fail —
Be the best of whatever you are!

*keren kan? :)

Selasa, 15 Januari 2013

Luck (1)

Kata Ayud, seorang musisi dari Norway bilang, "We never say 'Good Luck' when will get perform. Because there's never luck. But we say, 'Break a leg!'".

Sebetulnya, saya percaya 'keberuntungan' itu ada. Saya lebih suka menyebutnya 'anugerah'. Kadang bisa juga disebut 'nikmat'.

Tapi, kita ga bisa bergantung sama 'keberuntungan'. Tetep harus berusaha. Poin umum yang klise, tapi saya suka -walaupun kesindir-.

Nice quote anyway.