Rabu, 30 Juli 2008

Sang Jiwa kini..

sang jiwa beranjak mendunia

mengisi ke dalam lalu pancarkan isinya

mencoba meresah karena hasratnya terlalu gagu tuk gelisah

pun terlalu malu untuk sekedar pasrah

semoga seperti tanah yang dipijaknya,

diri ini tumbuh bersama masa

menanam harapan yang menggerakkan perubahan

karena diri ini cukup tahu diri

bahwa citanya terlalu agung tuk sekedar dibicarakan

dan sebuah peradaban hanya bisa dibangun oleh hamparan jiwa yang tak terlukiskan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar