Dari kisah nyata. Nama-nama di bawah ini bukan nama sebenarnya.
3 Februari 2013
SMS masuk.
"Tanri, selamat ya sudah kelar sidang skripsinya".
"Makasih.. Maaf ini siapa ya?" jawab saya.
Dijawab, "Ini saya Mawar".
Oh, ternyata Mawar. Saya langsung inget satu-satunya temen saya yang namanya Mawar. Temen SMA saya dulu. Udah lama ngga ketemu. Sekali lagi saya ingetin, Mawar bukan nama sebenarnya.
"Oh, makasih war. Maaf kontak saya ngga lengkap di HP ini".
":) gpp tan," jawabnya.
Semua baik-baik aja sampai beberapa jam kemudian ada SMS masuk.
"Agar hujan segera reda, apa caranya ini?" Dari Mawar lagi. Tapi kali ini SMS-nya aneh. Apa Mawar udah berubah ya? Karena SMS-nya aneh, jadi ngga saya bales.
***
13 Februari 2013
"Bagaimana ya caranya agar bisa menginvite pin lagi? Ini balik jadi pending. Padahal waktu itu bisa". SMS dari Mawar lagi. Ngga lama, SMS masuk lagi. "Kalau ada menu yang susah dibuka, apa ada alternatifnya?"
Ok, walaupun aneh. Saya coba bantu.
"Ada apa war? Ada yang bisa dibantu?"
Dia bales, "Tanri pernah punya masalah dengan Blackberry ngga? Atau tau cara mengatasinya mungkin?" Dia SMS lagi. "Banyak tan yang perlu dibantu, hehee.. Just kidding :)"
Mulai aneh lagi, jadi ngga saya bales.
Beberapa jam kemudian, dia SMS lagi.
"Kukira dengan menekan tombol tadi itu bukan untuk meformat ulang.. (Blablabla)"
Saya heran. Kok dia jadi curhat? Ini kayanya bukan Mawar temen SMA saya. Beberapa jam kemudian dia SMS curhat lagi. Sejam kemudian SMS lagi.
Akhirnya saya tanya, "Maaf ini Mawar mana ya? Nama lengkapnya?"
Dijawab, "Ada berapa orang Mawar yang dikenal? Maaf aku lagi males, namaku panjang. Memangnya, menurut Tanri ini Mawar yang mana?"
Sejak jawaban itu, saya ngga bales lagi. Sebaliknya, Mawar justru ngirim SMS terus. SMS-nya macem2, yg pasti aneh2.
Apakah malam ini hujan akan turun?
Pengen muntah. Pengen kumuntahkan ke orang yang kukirimi sms ini.
Tanri, pikiranku kacau.
Sesak.
Ada yang perlu kuceritakan. Ini penting tan. Tapi aku gak bisa lewat pesan singkat seperti ini.
Kamu simpen no ponselku? Gak usah lagi deh sekarang. Dihapus saja.
Eh maaf yang tadi. Pokonya kamu harus kesini. Terserah deh tentang no ponselku. POKOKNYA KAMU WAJIB KESINI SESEGERA MUNGKIN. Titik!
Tanri, kurang lama mendiamkanku. Lebih lama juga gapapa kok.
Sayang, maafin aku. Hahahaa.
Tan, klo kotoran cicak itu pendatang kesialan bukan?
Tanri tanri tanri tanri tanri, kamu kesini ajalah tan hari ini.
Baiklah mulai besok saya akan menghentikannya.
Kamu kalau seperti ini terus, aku nanti nikah dengan orang lain loh.
Sayang, kapan kamu ke tempatku? Wkwkwk..
Tanri, kenapa ya pergantian cuaca ini mempengaruhi diri?
Kenapa air mata dan ingus itu rasanya asin ya?
Andai doraemon benar2 ada. Pengen pinjem alatnya sebentar.
Terimakasih ya sayang, hahahaa.. Sudah agak baikan perasaanku sekarang?
Belum benar2 membaik, sebelum kamu ada di hatiku untuk selamanya. Wkwkwk..
Suatu saat, kalau ternyata kamu ditakdirkan menjadi suamiku, maaf ya jika kamu mesti bergosip denganku tiap hari. Hahahahahahaha.
Kang tanri, hari ini aku benar2 mellow. Ditambah lagi kamu tidak ada di dekatku sekarang.
Kapan aku nikah tan?
Pernah juga ngirim SMS isinya nama saya 25x. Juga pernah cuma satu emoticon: ":)" "=)" "^_^" ":("
Entah dia siapa. Yang pasti, dia follow saya di Twitter karena beberapa kali nanggepin twit saya. Entah juga sampai kapan dia jadiin inbox saya server microblogging buat dia. Sampai saat tulisan ini dibuat, udah 360 SMS yang dia kirim ke saya. Sehari bisa puluhan SMS.
Setelah saya tulis ini di blog, mungkin dia juga nanggepin lagi.
Kasian.
:)) sebagai kakak, hal kayak gini lebih "arienai" lagi.
BalasHapusoalah tanri,,numpang ketawa ah tan eh numpang senyum deng :D
BalasHapus"arienai" itu semacam "alien" mungkin ya?
BalasHapussilakan san :)
Huahaha kocak ini kang, dijadiin novel geura... Judulna "kisah hidup jas putihku, dibalik orang2 bipolar :D" wkwkwk
BalasHapus