Pemimpin tidak bisa dicetak atau di SK-kan.
Sebab pemimpin itu tumbuh di lapangan setelah berinteraksi dengan tantangan di masyarakat.
Bila seseorang memang berbakat menjadi pemimpin & mendapat tantangan,
ia akan menggunakan seluruh kemampuan & ilmu yang dikuasainya untuk menghadapi tantangan itu.
Pemimpin baru akan muncul dengan sendirinya.
Sebab tantangan yang menghadang bangsa masih banyak.
Pemimpin harus berakhlak mulia & berakar di hati rakyat.
(M. Natsir)
***
saya dapet ini dari blognya Bang Ali. waktu saya twit ini, ngga lama setelahnya ditanggepin sama Kang Ikus:
Pemimpin tidak hanya dilahirkan, tapi jg krn dibentuk.
Perlu tangan terampil membentuk emas bongkahan jadi emas perhiasan :)
Praktik kepemimpinan tetap butuh ilmu.
Ingat pepatah "Beramal tanpa ilmu, maka yg dirusak lebih banyak dari yg diperbaiki"
Majlis ilmu Rasulullah adalah Sekolah Kepemimpinan.
Laboratoriumnya adalah dunia. Alumninya menjadi para pemimpin yg mendunia
Kepemimpinan adalah ilmu sekaligus seni.
Maka memiliki ilmu dan keterampilan memimpin jd kebutuhan. Itulah perlunya "sekolah"
Hanya menunggu pemimpin yg muncul tiba2, itulah mental penunggu Ratu Adil.
Pemimpin itu harus dibentuk dan disiapkan juga :)
***
sebetulnya ngga bertentangan, tapi saling melengkapi :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar