Minggu, 08 Mei 2011

Chivalry 2011 Apa Adanya

Olymphiart, gelaran akbar seluruh mahasiswa FK Unpad yang tahun ini diberi nama “Chivalry 2011”, akhirnya hari ini dimulai. Mungkin banyak orang yang sudah mafhum bahwa suasana panas dan penuh konflik akan muncul setiap kali Olymphiart digelar. Bertahun-tahun diselenggarakan, berbagai masalah jadi bumbu yang tidak diharapkan tapi suka tidak suka selalu ada. Tahun ini, masalah-masalah pun ternyata sudah bermunculan sejak berhari-hari sebelum Olymphiart dimulai. Beberapa masalah yang mengemuka di antaranya:

1. Latihan basket. Salah satu angkatan melakukan latihan di GOR Bale Santika sehingga sempat dianggap angkatan lain memonopoli fasilitas yang seharusnya digunakan bersama. Akhirnya, setelah dilakukan komunikasi antarangkatan tentang latihan ini, detail permasalahannya lebih jelas dan penggunaan fasilitas itu pun tidak lagi dipermasalahkan.

2. Waktu pelaksanaan. Sempat santer dikabarkan Chivalry akan dimulai tanggal 25 April. Akan tetapi, di Technical Meeting 1 Jumat 25 Maret panitia mengumumkan bahwa Chivalry dimulai 18 April. Hal ini sempat menjadi pertanyaan bagi sebagian peserta, namun akhirnya bisa dijelaskan. Bagian penting dari poin ini adalah saat terjadi miskomunikasi di Technical Meeting sehingga suasana sempat agak memanas. Akhirnya pihak yang terkait sudah menyampaikan permohonan maaf dan meluruskan maksud dari apa yang disampaikannya.

3. Pemilihan lomba. Di Olymphiart tahun ini ada beberapa lomba yang bertambah dan berkurang dibanding Olymphiart sebelumnya. Hal ini juga bisa menimbulkan pertanyaan bagi sebagian peserta. Terlepas dari sudah jelas atau belum alasannya, secara objektif harus kita akui bahwa hal-hal semacam ini adalah wewenang penuh panitia.

4. Peraturan lomba. Ada peraturan lomba yang sempat jadi polemik dan berujung pada pelayangan surat naik banding oleh peserta sebagai bentuk permohonan peninjauan kembali. Hal ini jadi masalah karena peraturan yang ada dianggap menyalahi profesionalisme, sedangkan surat yang dilayangkan dianggap melanggar kesepakatan.

5. Jaket suporter. Hal ini dilatar belakangi rencana salah satu kontingen menggunakan jaket sebagai atribut suporter. Meskipun hal ini tidak terlarang, nyatanya sebagian pihak menentang pemakaian jaket karena berbagai alasan: budaya baru, suasana sensitif Olymphiart, sampai alasan subjektif seperti adanya orang-orang yang memang tidak suka dengan tindakan “beda sendiri”.

6. Perdebatan tentang diperbolehkan atau tidaknya Komisi Disiplin ikut berlomba. Kenyataannya, tidak ada angkatan yang mampu memenuhi permintaan jumlah perwakilan Komisi Disiplin sampai tenggat waktu yang sudah ditentukan. Permasalahan semakin rumit karena di balik itu memang ada masukan untuk menghapus larangan bermain bagi Komisi Disiplin, tapi juga ada yang menganggap perekrutan yang dilakukan belum diusahakan dengan baik.

7. Forum Senin Siang. Senin 28 Maret panitia mengadakan forum yang melibatkan berbagai elemen untuk membahas perubahan jadwal yang diajukan karena alasan jadwal akademik. Perubahan jadwal tidak menjadi permasalahan rumit, namun lagi-lagi terjadi miskomunikasi dalam hal lain.

8. Opini atau celetukan personal melalui twitter maupun langsung secara lisan dari berbagai pihak. Sepertinya, baik twitter maupun perbincangan mahasiswa FK Unpad akhir-akhir ini tidak sepi dari tema Olymphiart dan kadang itu mengandung risiko kontroversi atau kesalahpahaman.

Begitulah sekilas gambaran tentang berbagai masalah yang muncul sebelum Olymphiart dimulai. Menyikapi berbagai masalah yang berkembang, Rabu 6 April 2011 Steering Committe (SC) berinisiatif mengadakan Forum Hearing & Curhat yang melibatkan seluruh elemen yaitu Senat Mahasiswa, SC, panitia, komdis, dan perwakilan angkatan. Pada forum itu semua persoalan diutarakan secara terbuka sehingga semua pihak berhak memberikan tanggapan, solusi, masukan, atau permohonan maaf satu sama lain secara terbuka.


Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kejadian tersebut. Memang terkesan teoritis, tetapi sebetulnya kita sendiri yang menentukan sejauh mana kita bisa menerapkan ini ke depannya. Jangan sampai pelajaran yang didapat jadi sebatas teori semata. Kalau kata orang, NATO: No Action Talk Only.

Pertama, saling percaya dan berbaik sangka. Prasangka buruk dan persepsi negatif dapat menjadi akar sebuah konflik. Hal ini terjadi tak terkecuali di Olymphiart. Stigma yang melekat menjadi pemicu prasangka terhadap pihak tertentu. Kita belum yakin kalau seseorang itu salah, tetapi karena stigma tertentu akhirnya semua jadi tampak salah. Jangan sampai kita dengan mudah menghakimi orang hanya berdasarkan penilaian sendiri.

Kedua, komunikasi terbuka dengan cara yang tepat dan kepada pihak yang tepat. Persoalan atau pertanyaan yang muncul diklarifikasi dan dikomunikasikan secara terbuka ke pihak yang bertanggung jawab agar tidak terjadi miskomunikasi atau bias informasi. Caranya pun harus diperhatikan dengan sangat baik. Hal yang tidak kalah penting adalah mengomunikasikan hal-hal tersebut ke pihak yang tepat, yakni pihak yang bertanggung jawab. Kadang masalah bisa muncul karena kita mengklarifikasi atau menanyakan suatu hal kepada orang yang menjawab berdasarkan pandangannya sendiri tanpa memahami kondisi dan menyadari bahwa perkataannya bisa dianggap mewakili suatu kelompok besar.

Ketiga, hati-hati dalam memilih sikap dan mengambil keputusan. Pastikan kita bersikap adil dan profesional. Mungkin saja, keputusan yang kita ambil sebenarnya merugikan orang lain, walau tanpa sengaja. Mekanisme atau cara yang kurang baik dan tidak professional dapat menimbulkan kesalahpahaman yang berujung kritik dan keluhan orang lain.

Keempat, terbuka dalam menerima kritikan dan masukan. Kritikan dan masukan yang disampaikan harus diterima secara objektif. Terima apa adanya dengan lapang dada. Prasangka dan persepsi negatif hanya akan membuat ‘defense mechanism’pada diri kita sehingga masukan dari orang lain tidak bisa kita nilai secara objektif dan rasional.

Kelima, toleransi dalam perbedaan pandangan. Kunci toleransi adalah menerima sikap orang lain apa adanya, bukan menuntut orang lain selalu sesuai keinginan kita. Ada hal yang memang tidak bisa disamaratakan dan diseragamkan. Kita dituntut untuk belajar dewasa dan memandang perbedaan pendapat maupun perbedaan sikap sebagai keunikan dan menyikapi perbedaan sebagai potensi yang perlu diberdayakan, bukan ancaman yang perlu ditentang dan dilawan.

***

Kita tidak akan pernah menyerah untuk mewujudkan Olymphiart yang sukses menghadirkan kompetisi yang seru sekaligus menciptakan FK Unpad yang satu. Mari kita lihat dari sudut pandang optimis. Sisi positif munculnya suasana panas sejak sebelum Olymphiart dimulai adalah masalah-masalah yang ada bisa segera diselesaikan sehingga saat ajang ini dimulai kita siap bersenang-senang bersama. Optimisme bahwa Olymphiart bisa menjadi ajang kompetisi yang sehat, memunculkan minat dan bakat, sekaligus jadi perekat seluruh mahasiswa FK Unpad harus terus kita jaga. Ayo FK Unpad, semangat! :)

---------------------------------------------------------------------------
ditulis untuk buletin "WDK" Medicinus. dalam prosesnya, ada sedikit 'konflik' sama si bibi editor yang kurang-lebih hampir sama kaya isi tulisan ini. masalah prasangka, komunikasi, dll. lumayan, jd pelajaran tambahan buat saya :)

ini tulisan versi "semau saya" mulai judul sampe isi, karena yang dimuat akhirnya adalah versi ke-3 (jd udh 2x sy revisi) dan itu pun dipotong2 karena tuntutan kapasitas maksimum jumlah karakter. dipasang jadi headline dan dikasih judul sama si bibi editor "Ada Apa Dengan Chivalry".

tulisan ini dimuat bareng tulisan lain yang bikin buletin "WDK" edisi ini terkesan skpetis, sinis, subjektif, kontroversial, & akhirnya digugat orang.

sebetulnya, setelah ini ditulis pun masalahnya ga selesai. saya sempet jd mempertanyakan efektivitas forum rabu malem, efektivitas tulisan ini, bahkan sempet pesimis sama apa yg justru sy gembar-gemborin di akhir tulisan ini & sy sampein langsung di rabu malem ke jajaran panitia. tapi alhamdulillah optimisme & harapan muncul lagi kalo inget justru saya yg pernah ngemotivasi temen2 yg sempet pesimis, skeptis, bahkan sinis.

pesimisme insya Allah ga akan jadi temen saya, sampe kapan pun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar