izinkan lagu ini temani aku pergi
pergi dan tak kembali
dingin dan sendiri
tak ingin tuk kembali
temuimu lagi
dan ingin kau mengerti ini
(Tak Ingin Ku Kembali, Ambon Tuasikal)
ini lagu bikinan salah seorang sahabat saya, namanya Ambon. okelah ini lagu cinta yang bahkan bernuansa galau karena latar belakang proses pembuatan lagunya emang agak sendu, tapi untuk saya liriknya punya makna tersendiri.
***
seorang pahlawan, menurut Anis Matta, akan harum namanya. tapi menurut beliau, ada tantangan yang menyertai keharuman itu.
"Masyarakat manusia pada umumnya selalu mempunyai dua sikap terhadap keharuman itu. Pertama, mereka biasanya akan mengagumi para pahlawan itu, bahkan terkadang sampai pada tingkat pendewaan. Kedua, mereka akan merasa kasihan kepada para pahlawan tersebut, karena mereka tidak sempat menikmati hidup secara wajar".
(Di Balik Keharumannya, Anis Matta)
"Keluarga para pahlawan seringkali tidak merasakan gaung kebesaran atau semerbak harum nama sang pahlawan. Karena, ia hidup ditengah-tengah mereka, setiap hari, bahkan setiap saat. Bagi mereka, sang pahlawan adalah juga manusia biasa, yang mempunyai keinginan-keinginan dan kegemaran-kegemaran tertentu seperti mereka. Mereka harus menikmatinya. Maka, merekalah yang sering menggoda sang pahlawan untuk tidak melulu 'mendaki' langit, tetapi juga sekali-kali 'turun' ke bumi".
Begitulah dua bentuk ujian untuk para pahlawan dari orang2 yang ada di dekatnya. Saya rasa, itu bukan cuma untuk orang2 yang udah layak disebut "pahlawan" (yang kesannya adalah orang superspesial luar biasa). Ujian kaya gini juga bisa dihadapi oleh orang2 yang berusaha berbuat baik, atau bahkan baru mulai mau berubah jadi lebih baik. Ujian itu bisa berbentuk dua hal: kekaguman yang berlebihan atau tarikan orang2 kepadanya untuk 'hidup wajar'.
Beberapa paragraf setelahnya, Anis Matta nambahin..
"Kedua sikap itu adalah jebakan. Kekaguman dan pendewaan sering menjebak para pahlawan. Sebab, hal itu akan mempercepat munculnya rasa puas dalam dirinya, sehingga karya yang sebenarnya belum sampai puncak, akhirnya terhenti di pertengahan jalan akibat rasa puas."
"Panggilan turun ke bumi adalah jebakan lain. Menjadi pahlawan memang akan menyebabkan kita meninggalkan sangat banyak kegemaran dan kenikmatan hidup. Bahkan, privasi kita akan sangat terganggu. Namun, itulah pajaknya. Akan tetapi, banyak orang gagal melanjutkan perjalanan menuju puncak kepahlawanan mereka, karena tergoda 'kembali' ke habitat manusia biasa, seperti angin sepoy yang mengirim kantuk kepada orang yang sedang membaca, seperti itulah panggilan turun kebumi menggoda sang pahlawan untuk berhenti mendaki".
***
Nah, itulah ujian tersulitnya. Kadang, kualitas diri dan kerja amal shaleh belum seberapa tapi pujian dan kekaguman udah berlebihan. Ini jadi ujian keikhlasan dan juga sangat beresiko numbuhin kepuasan prematur. Ironis.
Dalam proses perbaikan diri seseorang ada istilah yang biasa disebut 'futur' (bhs Arab) yang bisa diartiin 'kembali'. Yang paling mungkin narik seseorang untuk 'futur' adalah lingkungan terdekatnya. Jebakannya adalah jebakan 'membumi'. Ini dilematis.

(bersambung..)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar