Kamis, 15 April 2010

Lisan dan Tangan

“Seorang muslim yang baik adalah orang yang muslim lainnya merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya..” (HR. Bukhari)

sadar ga sadar, sengaja ga sengaja, saya emang banyak berubah (dan dalam waktu yang cukup cepat) dari waktu ke waktu. di antara beberapa perubahan itu adalah pembawaan saya yang ga se-"hati2" dulu. sebelumnya, prinsip "berpikir sebelum bertindak" sangat ketat saya praktekin dalam berbicara atau berbuat sesuatu. di samping dampak positif dari "kehati2an" saya, ternyata membuat saya juga jadi terkesan kurang "hangat" dan bikin orang segan bahkan "menyeramkan". saya pun berusaha lebih "nyantai".

seiring berjalannya waktu, ternyata "nyantai" bisa dengan gampang kebablasan jadi "asal". saya mulai kejebak sama sikap "nyantai" ini. sikap ini bikin saya jadi orang yang (bagi saya pribadi) mundur jauh ke belakang. "rusak".

di titik ini, saya harus mulai berkaca lagi. melihat diri dengan objektif, menilai kekurangan dan kelebihan, perubahan2 positif & negatif yg terjadi pd diri saya akhir2 ini. dari situ, saya harus mulai megang kendali diri saya lagi supaya ga "melampaui batas".

orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari hari kemarin..
orang yang merugi adalah yang hari ini sama dengan hari kemarin..
orang yang terlaknat adalah yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin..

Astaghfirullah..
Na'udzubillahi min dzaalik.

4 komentar:

  1. selamat mendalami diri sendiri. yaa lo SGT berubah bos. dinda

    BalasHapus
  2. kyknya maksudmu brubah lbh jelek ya, din?
    ...
    apapun, gmnpun, insya Allah sy renungin..

    BalasHapus
  3. lebih baik. suudzan kau,tan. inget prnah blg,''knp di mata dinda,sy selalu salah ya?'' ke seno? silakan buang pikiran anda itu jauh2 bos. asap.

    BalasHapus
  4. SEPAKAT dgn Postingan ini!

    Kondisi (medan) saat ini memang rumit,
    ketika kita berbuat "hati-hati" --> kesan yang muncul adalah tidak hangat dan menyeramkan --> jadi sulit "mendekati dan mengenal" medan

    ketika kita bersikap "santai" --> bisa kebablasan --> rusak --> tapi deket dan kenal sih sama medannya

    ya itu dia,
    bagaimana kita berupaya supaya "tidak melampaui batas".. Memasang kembali ALARM pada diri kita, agar diri kita bisa mengendalikan sejauh apa kita melangkah.. :)

    wallahu a'lam

    -saya beda org dgn anonim yg di atas-

    BalasHapus